Minggu, 14 Oktober 2012

salah satu masalah di dalam dunia pendidikan

Soal :
Identifikasi 1 masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan atau sekolah. Untuk mengatasi masalah tersebut posisikan Anda sebagai decision maker (pembuat keputusan). Pilih gaya yang paling cocok !

Menurut saya, apabila posisi saya berada di decision maker atau pembuat keputusan, gaya yang paling cocok untuk menyelesaikan masalah dibawah ini, yaitu menggunakan Gaya Konseptual.

Masalah : Rendahnya Kualitas dan Keterampilan Guru
Keadaan guru di Indonesia amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.
Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Persentase guru menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2002-2003 di berbagai satuan pendidikan sbb : untuk SD yang layak mengajar hanya 21,07% (negeri) dan 28,94% (swasta), untuk SMP 54,12% (negeri) dan 60,99% (swasta), untuk SMA 65,29% (negeri) dan 64,73% (swasta), serta untuk SMK yang layak mengajar 55,49% (negeri) dan 58,26% (swasta).
Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya 13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru 57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. Di tingkat pendidikan tinggi, dari 181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan S3).
            Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru.
            Padahal para guru memiliki peran yang cukup penting dalam meningkatkan mutu keberhasilan dalam pendidikan. Karena para pendidik  merupakan cerminan dan acuan para peserta didik agar peserta didik termotivasi untuk bisa seperti para gurunya atau bahkan bisa melebihi kemampuan para gurunya.
            Untuk menambah pengetahuan, menambah metode baru dalam dunia profesi, guru membutuhkan pengorbanan serta waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dengan demikian pengorbanan tersebut harus mempunyai akibat yang signifikan dengan cara mengajar guru di kelas. Kualitas seorang guru yang sudah mengikuti sebuah pelatihan atau seminar bisa dilihat dari cara mengajarnya dikelas. Untuk membuat sebuah seminar atau pelatihan menjadi ‘api perubahan’ bagi cara guru membelajarkan siswa di kelas dibutuhkan sebuah paradigma perubahan dari pelatihan dan pembinaan guru.
            Solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas guru dikembalikan kepada upaya-upaya pemerintah yang harus lebih meningkatkan kualitas guru seperti lebih sering menyelenggarakan acara-acara yang dapat meningkatkan kemampuan para guru, mengadakan pelatihan khusus secara rutin terhadap guru-guru dalam bidangnya masing-masing, memberikan terobosan-terobosan baru yang dapat merangsang kreativitas guru dalam mengajar, dan sering mengadakan lomba yang di ikuti oleh para pengajar di seluruh Indonesia agar tercipta suatu kompetisi yang sportif untuk memicu para pengajar menciptakan sesuatu yang baru dan meningkatkan kemampuan mereka yang secara tidak langsung dapat memberikan kontribusi kepada peserta didiknya tentu dengan persaingan yang adil dan bersih. Dan bahkan memberikan beasiswa secara rutin kepada para pengajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. 
            Seperti yang telah kita ketahui, kualitas pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Hal ini terbukti dari kualitas guru, sarana belajar, dan murid-muridnya. Guru-guru tentunya punya harapan terpendam yang tidak dapat mereka sampaikan kepada siswanya. Memang, guru-guru saat ini kurang kompeten. Banyak orang yang menjadi guru karena tidak diterima di jurusan lain atau kekurangan dana. Kecuali guru-guru lama yang sudah lama mendedikasikan dirinya menjadi guru. Selain berpengalaman mengajar murid, mereka memiliki pengalaman yang dalam mengenai pelajaran yang mereka ajarkan. Belum lagi masalah gaji guru. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun.
"Pendidikan ini menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kabinet terbatas di Gedung Depdiknas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/3/2007).
Presiden memaparkan beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, antara lain yaitu:
1.    Langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah, yakni meningkatkan akses terhadap masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan di Indonesia. Tolak ukurnya dari angka partisipasi.
2.    Langkah kedua, menghilangkan ketidakmerataan dalam akses pendidikan, seperti ketidakmerataan di desa dan kota, serta gender.
3.    Langkah ketiga, meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru dan dosen, serta meningkatkan nilai rata-rata kelulusan dalam ujian nasional.
4.    Langkah keempat, pemerintah akan menambah jumlah jenis pendidikan di bidang kompetensi atau profesi sekolah kejuruan. Untuk menyiapkan tenaga siap pakai yang dibutuhkan.
5.    Langkah kelima, pemerintah berencana membangun infrastruktur seperti menambah jumlah komputer dan perpustakaan di sekolah-sekolah.
6.    Langkah keenam, pemerintah juga meningkatkan anggaran pendidikan. Untuk tahun ini dianggarkan Rp 44 triliun.
7.    Langkah ketujuh, adalah penggunaan teknologi informasi dalam aplikasi pendidikan. Langkah terakhir, pembiayaan bagi masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas pendidikan.
Dengan meningkatnya kualitas pendidikan secara tidak langsung meningkatkan sumber daya manusia yang akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.

Adapun cara-cara meningkatkan mutu profesi guru dapat dilakukan :
Secara sendiri-sendiri, yaitu dengan jalan :
§  Menekuni dan mempelajari secara kontinu pengetahuan-pengetahuan yang berhubungan dengan teknik atau proses belajar mengajar secara umum, misalnya pengetahuan-pengetahuan tentang PBM (Proses Belajar Mengajar), ilmu-ilmu lain yang relevan dengan tugas keguruannya.
§  Mendalami spesialisasi bidang studi yang diajarkan.
§  Melakukan kegiatan-kegiatan mandiri yang relevan dengan tugas keprofesiannya.
§  Mengembangkan materi dan metodologi yang sesuai dengan kebutuhan pengajaran.
§  Melakukan supervisi dialog dan konsultasi dengan guru-guru yang sudah lebih senior.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar