Soal :
Identifikasi 1 masalah yang terjadi
dalam dunia pendidikan atau sekolah. Untuk mengatasi masalah tersebut posisikan
Anda sebagai decision maker (pembuat keputusan). Pilih gaya yang paling cocok !
Menurut
saya, apabila posisi saya berada di decision
maker atau pembuat keputusan, gaya yang paling cocok untuk menyelesaikan
masalah dibawah ini, yaitu menggunakan Gaya Konseptual.
Masalah : Rendahnya Kualitas dan
Keterampilan Guru
Keadaan
guru di Indonesia amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki
profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut
dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan
pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.
Bukan
itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar.
Persentase guru menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2002-2003 di berbagai
satuan pendidikan sbb : untuk SD yang layak mengajar hanya 21,07% (negeri) dan
28,94% (swasta), untuk SMP 54,12% (negeri) dan 60,99% (swasta), untuk SMA
65,29% (negeri) dan 64,73% (swasta), serta untuk SMK yang layak mengajar 55,49%
(negeri) dan 58,26% (swasta).
Kelayakan
mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data
Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya
13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari
sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma
D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru
57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. Di tingkat pendidikan tinggi, dari
181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan
S3).
Walaupun guru dan pengajar bukan
satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran
merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas,
tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang
menjadi tanggung jawabnya. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga
dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru.
Padahal
para guru memiliki peran yang cukup penting dalam meningkatkan mutu
keberhasilan dalam pendidikan. Karena para pendidik merupakan cerminan dan acuan para peserta
didik agar peserta didik termotivasi untuk bisa seperti para gurunya atau
bahkan bisa melebihi kemampuan para gurunya.
Untuk
menambah pengetahuan, menambah metode baru dalam dunia profesi, guru
membutuhkan pengorbanan serta waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dengan
demikian pengorbanan tersebut harus mempunyai akibat yang signifikan dengan
cara mengajar guru di kelas. Kualitas seorang guru yang sudah mengikuti sebuah
pelatihan atau seminar bisa dilihat dari cara mengajarnya dikelas. Untuk
membuat sebuah seminar atau pelatihan menjadi ‘api perubahan’ bagi cara guru
membelajarkan siswa di kelas dibutuhkan sebuah paradigma perubahan dari
pelatihan dan pembinaan guru.
Solusi
yang tepat untuk meningkatkan kualitas guru dikembalikan kepada upaya-upaya
pemerintah yang harus lebih meningkatkan kualitas guru seperti lebih sering
menyelenggarakan acara-acara yang dapat meningkatkan kemampuan para guru, mengadakan
pelatihan khusus secara rutin terhadap guru-guru dalam bidangnya masing-masing,
memberikan terobosan-terobosan baru yang dapat merangsang kreativitas guru
dalam mengajar, dan sering mengadakan lomba yang di ikuti oleh para pengajar di
seluruh Indonesia agar tercipta suatu kompetisi yang sportif untuk memicu para
pengajar menciptakan sesuatu yang baru dan meningkatkan kemampuan mereka yang
secara tidak langsung dapat memberikan kontribusi kepada peserta didiknya tentu
dengan persaingan yang adil dan bersih. Dan bahkan memberikan beasiswa secara
rutin kepada para pengajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi lagi.
Seperti
yang telah kita ketahui, kualitas pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Hal
ini terbukti dari kualitas guru, sarana belajar, dan murid-muridnya. Guru-guru
tentunya punya harapan terpendam yang tidak dapat mereka sampaikan kepada
siswanya. Memang, guru-guru saat ini kurang kompeten. Banyak orang yang menjadi
guru karena tidak diterima di jurusan lain atau kekurangan dana. Kecuali
guru-guru lama yang sudah lama mendedikasikan dirinya menjadi guru. Selain
berpengalaman mengajar murid, mereka memiliki pengalaman yang dalam mengenai
pelajaran yang mereka ajarkan. Belum lagi masalah gaji guru. Jika fenomena ini
dibiarkan berlanjut, tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur
mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun.
"Pendidikan ini menjadi
tanggung jawab pemerintah sepenuhnya," kata Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono usai rapat kabinet terbatas di Gedung Depdiknas, Jl Jenderal
Sudirman, Jakarta, Senin (12/3/2007).
Presiden memaparkan beberapa langkah
yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas
pendidikan di Indonesia, antara lain yaitu:
1. Langkah pertama yang akan dilakukan
pemerintah, yakni meningkatkan akses terhadap masyarakat untuk bisa menikmati
pendidikan di Indonesia. Tolak ukurnya dari angka partisipasi.
2. Langkah kedua, menghilangkan
ketidakmerataan dalam akses pendidikan, seperti ketidakmerataan di desa dan
kota, serta gender.
3. Langkah ketiga, meningkatkan mutu
pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru dan dosen, serta meningkatkan
nilai rata-rata kelulusan dalam ujian nasional.
4. Langkah keempat, pemerintah akan
menambah jumlah jenis pendidikan di bidang kompetensi atau profesi sekolah
kejuruan. Untuk menyiapkan tenaga siap pakai yang dibutuhkan.
5. Langkah kelima, pemerintah berencana
membangun infrastruktur seperti menambah jumlah komputer dan perpustakaan di
sekolah-sekolah.
6. Langkah keenam, pemerintah juga
meningkatkan anggaran pendidikan. Untuk tahun ini dianggarkan Rp 44 triliun.
7. Langkah ketujuh, adalah penggunaan
teknologi informasi dalam aplikasi pendidikan. Langkah terakhir, pembiayaan
bagi masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas pendidikan.
Dengan meningkatnya kualitas
pendidikan secara tidak langsung meningkatkan sumber daya manusia yang akan
semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat
dalam segala bidang di dunia internasional.
Adapun
cara-cara meningkatkan mutu profesi guru dapat dilakukan :
Secara
sendiri-sendiri, yaitu dengan jalan :
§ Menekuni dan mempelajari secara kontinu
pengetahuan-pengetahuan yang berhubungan dengan teknik atau proses belajar
mengajar secara umum, misalnya pengetahuan-pengetahuan tentang PBM (Proses
Belajar Mengajar), ilmu-ilmu lain yang relevan dengan tugas keguruannya.
§ Mendalami spesialisasi bidang studi
yang diajarkan.
§ Melakukan kegiatan-kegiatan mandiri
yang relevan dengan tugas keprofesiannya.
§ Mengembangkan materi dan metodologi
yang sesuai dengan kebutuhan pengajaran.
§ Melakukan supervisi dialog dan
konsultasi dengan guru-guru yang sudah lebih senior.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar