1.
Pengertian
Manajemen
ª Manajemen
berasal dari kata to manage yang
berarti mengelola. Pengelolaan dilakukan melalui proses dan dikelola
berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu sendiri. Manajemen adalah
melakukan pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah atau organisasi
yang diantaranya adalah manusia, uang, metode,
material, mesin dan pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam
suatu proses. [ Rohiat. 2010. Manajemen Sekolah, Teori Dasar dan Praktik.
Bandung : PT Refika Aditama ]
ª Menurut
Hasibuan, manajemen sebagai ilmu dan
seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya
secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
ª Stoner,
seperti yang dikutip Fachruddin mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses
perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi pekerjaan organisasi dan
untuk menggunakan semua sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai
tujuan organisasi yang dinyatakan dengan jelas.
ª Gordon
(1976) dalam Bafadal (2004:39),
menyatakan bahwa manajemen merupakan metode yang digunakan administrator untuk
melakukan tugas-tugas tertentu atau mencapai tujuan tertentu.
ª Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)
secara efektif dan efisien.
ª Harold Koontz & O’Donnel dalam
bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, manajemen adalah
berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan
orang-orang lain.
ª Ensiclopedia of The Social
Sciences, manajemen diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu
tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diarvasi.
*definisi sendiri :
Menurut saya, manajemen
adalah proses dimana adanya suatu kegiatan untuk mencapai atau mewujudkan
tujuan tertentu yang telah ditetapkan secara bersama didalam organisasi.
2.
Pengertian
Kurikulum
R Kamus
Webster’s New International Dictionary (1953) memberikan arti kurikulum sebagai
berikut : “… a specified fixed course of study, as in school or college, as one
leading to a degree.” Pengertian ini memandang bahwa kurikulum terdiri dari
sejumlah mata pelajaran tertentu yang harus dikuasai untuk mencapai suatu
tingkat pendidikan.
R Menurut
Oemar Hamalik, Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh
oleh murid untuk memperoleh ijazah.
R Menurut
Supandi, Kurikulum adalah sebagai suatu perangkat pelbagai mata pelajaran yang
harus dipelajari siswa, batasan ini nampak jelas pada kurikulum 1968 Dikdasmen.
R Romine,
“Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities and
experiences which pupils have under the direction of the school, wether in the
classroom or not.” Kegiatan kurikuler tidak terbatas dalam ruangan kelas saja,
melainkan mancakup juga kegiatan di luar kelas. Karena itu menurut pandangan
modern kegiatan intra kulikuler dan ekstra kulikuler tidak ada pemisahan yang
tegas, semua kegiatan yang bertujuan memberikan pengalaman pendidikan bagi
siswa adalah kurikulum.
R Alice
Miel, “Curriculum in composed of the experiences children undergo, it fallows
as a corolary that the curriculum is the result of interaction of a complexity
of factors, including the physical environment and the desires, beliefs,
knowledge attitudes, and skill of the person served by and serving the school,
namely, the learners, community adults, and educators (not forgetting the
custodians, clerks, secretaries and other non teaching amployees of the
school).
[ Wiryokusumo,
Iskandar. 1988. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Jakarta : Bina Aksara ]
R Kurikulum
adalah rencana tertulis tentang kemampuan yang harus dimiliki berdasarkan
standar nasional, materi yang perlu dipelajari dan pengalaman belajar yang
harus dijalani untuk mencapai kemampuan tersebut, dan evaluasi yang perlu
dilakukan untuk menentukan tingkat pencapaian kemampuan peserta didik, serta
seperangkat peraturan yang berkenaan dengan pengalaman belajar peserta didik
dalam mengembangkan potensi dirinya pada satuan pendidikan tertentu.
[ Hamalik, Oemar. 2008.
Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA ]
R Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Saylor, Alexander, dan Lewis
(1974) Kurikulum merupakan segala upaya sekolah untuk memengaruhi siswa agar
dapat belajar, baik dalam ruangan kelas maupun di luar sekolah. Sementara itu,
Harold B. Alberty (1965) memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang
diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah (all of the activities that are provided for the students by the school).
[ Rusman. 2009.
Manajemen Kurikulum. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada ]
R Nengky
and Evars (1967), Kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan dan
dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar
kepada kemampuan siswa yang paling baik.
R Inlow
(1966), Kurikulum adalah susunan rangkaian dari hasil belajar yang disengaja.
Kurikulum menggambarkan (atau paling tidak mengantisipasi) dari hasil
pengajaran.
R Saylor
(1958), Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk memengaruhi proses
belajar mengajar baik langsung dikelas, tempat bermain, atau diluar sekolah.
R William
B. Ragan, Kurikulum ialah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung jawab
sekolah.
R Robert
S. Flaming, pendapat Flaming sama dengan Ragan, yaitu kurikulum pada sekolah
modern dapat didefinisikan seluruh pengalaman belajar anak yang menjadi
tanggung jawab sekolah.
R David
Praff, Kurikulum ialah seperangkat organisasi pendidikan formal atau
pusat-pusat pelatihan.
R Kelly,
“All the lerning which is planned and guided by the school, whether it is
carried on in groups or individually, inside, or outside the school.” Yakni
bahwa kurikulum merupakan segala upaya sekolah untuk merancang dan mempengaruhi
siswa agar dapat belajar secara kelompok atau mandiri, baik dilakukan dalam
ruangan kelas maupun diluar sekolah.
R Blenkin,
“Curriculum is a body of knowledge-content and/or subjects. Education in this
sense, is the process by which these are transmitted or ‘delivered’ to students
by the most effective methods that can be devised.” Yaitu bahwa kurikulum
adalah suatu badan pengetahuan – materi dan/atau subjek pengetahuan itu
sendiri. Pendidik dalam pengertian ini adalah proses dimana pengetahuan
tersebut ditularkan atau ‘disampaikan’ kepada siswa dengan metode yang paling
efektif yang dapat dibuat atau dirancang.
*definisi sendiri :
Menurut saya Kurikulum adalah
susunan satu rangkaian kegiatan yang didalamnya mengandung rencana belajar
siswa, sebagai pengalaman belajar siswa yang diperoleh dari sekolah saat
didalam kelas maupun diluar sekolah.
3.
Pengertian
Manajemen Kurikulum
³ Manajemen
Kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif,
komprehensif, sistemik, dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian
tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen kurikulum harus dikembangkan
sesuai dengan konteks Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP). Oleh karena itu, otonomi yang diberikan pada lembaga
pendidikan atau sekolah dalam mengelola kurikulum secara mandiri dengan
memprioritaskan kebutuhan dan ketercapaian sasaran dalam visi dan misi lembaga
pendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijaksanaan nasional yang telah
ditetapkan.
[ Rusman. 2009.
Manajemen Kurikulum. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada ]
³ Menurut
Ibrahim Bafadhal, Manajemen Kurikulum pada tingkat kanak-kanak merupakan
pengaturan semua kegiatan belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang
pelaksanaannya sudah terorganisasi, dan terstruktur. Hal ini bertujuan agar
seluruh kegiatan pengajaran berjalan dengan efektif dan efisien.
³ Manajemen
Kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian
tujuan pembelajaran dengan dititik beratkan pada usaha, meningkatkan kualitas
interaksi belajar mengajar.
³ Manajemen
Kurikulum adalah proses kerjasama dalam pengolahan kurikulum agar berguna bagi
lembaga untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
³ Manajemen
Kurikulum merupakan suatu sistem kurikulum yang berorientasi pada produktivitas
dimana kurikulum tersebut beriorientasi pada peserta didik, kurikulum dibuat
sebagaimana dapat membuat peserta didik dapat mencapai tujuan hasil belajar.
³ Manajemen
Kurikulum adalah pemberdayaan dan pendayagunaan manusia, materi, uang,
informasi, dan rekayasa untuk dapat mengantarkan anak didik menjadi kompeten
dalam berbagai kehidupan yang dipelajarinya.
³ Manajemen
Kurikulum adalah upaya untuk mengurus, mengatur, dan mengelola perangkat mata
pelajaran yang akan diajarkan pada lembaga pendidikan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
*definisi sendiri :
Menurut saya, Manajemen Kurikulum
adalah suatu proses usaha bersama (kerja sama) dalam suatu organisasi melalui
proses yang sistematis dan terkoordinasi yang mengatur dan memperlancar
pencapaian tujuan pengajaran di sekolah secara efektif dan efisien.
4.
Konsep
Manajemen Kurikulum
Kurikulum di sekolah merupakan penentu utama
kegiatan sekolah. Berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah mulai dari
dibukanya pintu sekolah sampai dengan lonceng pulang. Demikian juga dengan
siswa yang mulai masuk sekolah, mereka melakukan kegiatan belajar berdasarkan
kurikulum yang berlaku dan selalu disesuaikan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Kurikulum yang dirumuskan harus
sesuai dengan filsafat dan cita-cita bangsa perkembangan siswa, tuntutan dan
kemajuan masyarakat.
Pemahaman tentang konsep dasar manajemen kurikulum
merupakan hal yang penting bagi para kepala sekolah yang kemudian merupakan
modal untuk membuat keputusan dalam implementasi kurikulum yang akan dilakukan
oleh guru. Manajemen Kurikulum membicarakan pengorganisasian sumber-sumber yang
ada di sekolah sehingga kegiatan manajemen kurikulum ini dapat dilakukan dengan
efektif dan efisien.
Sucipto dan
Raflis (1994;142) mengemukakan,
kurikulum dapat diartikan secara sempit dan luas. Dalam pengertian sempit,
kurikulum diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang diberikan di sekolah,
sedangkan dalam pengertian luas kurikulum adalah semua pengalaman belajar yang
diberikan sekolah kepada siswa selama mereka mengikuti pendidikan di sekolah.
Dengan pengertian luas ini berarti segala usaha sekolah untuk memberikan
pengalaman belajar kepada siswa dalam upaya menghasilkan lulusan yang baik
secara kuantitatif maupun kualitatif tercakup dalam pengertian kurikulum.
Perkembangan kurikulum di Republik Indonesia sampai
saat ini telah melahirkan Undang-Undang nomor 20 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Badan Standar
Pendidikan Nasional, disusul dengan Permendiknas 22 tahun 2006 tentang Standar Isi,
kemudian disusul dengan Permendiknas 23 tentang Standar Kompetensi Kelulusan
dan Undang-Undang nomor 24 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23.
Pembakuan Undang-Undang dan Permendiknas itu menjadi
kekuatan hukum bagi penyelenggara pendidikan untuk menata kurikulum dalam
penyelenggaraan pendidikan di Indonesia sehingga dengan demikian undang-undang
dan peraturan menteri pendidikan nasional itu perlu dibaca dan dipahami. Untuk
memahami kurikulum pendidikan, perlu diketahui fungsi dasar pendidikan untuk
menambah wawasan berpikir yang dikemukakan Sutisna
sebagai berikut : Wawasan kepala sekolah dan guru dalam mendidik dan
mengajar siswa akan lebih matang bila kepala sekolah dan guru memiliki berbagai
pengetahuan yang mendalam. Memiliki pengetahuan tentang fungsi pendidikan
secara mendalam dan memahaminya dengan baik akan memberikan nuansa yang berbeda
dengan tanpa pengetahuan tersebut. Tanpa mengindahkan tekanan yang berubah-ubah
yang diberikan kepada fungsi pendidikan, tujuan pendidikan, berasal dari empat
fungsi dasar pendidikan, yaitu :
1. Pengembangan
individu yang meliputi aspek-aspek hidup pribadi etis, estetis, emosional,
fisis.
2. Pengembangan
cara berpikir dan teknik penyelidikan yang berkenaan dengan kecerdasan yang
terlatih.
3. Pemindahan
warisan budaya, menyangkut nilai-nilai sivik dan moral bangsa.
4. Pemenuhan
kebutuhan sosial yang vital yang menyumbang kepada kesejahteraan ekonomi, sosial,
politik, dan lapangan kerja.
Kesimpulan
Manajemen
Kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk mewujudkan pencapaian
tujuan pengajaran juga meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar. Manajemen
kurikulum di sekolah ataupun didunia pendidikan sangat diperlukan guna untuk
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dan kurikulum dapat dijadikan
pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar