Minggu, 14 Oktober 2012

pembuatan keputusan


1.   Keputusan merupakan titik awal adanya suatu kegiatan
Pengambilan keputusan memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik, secara institusional maupun secara organisasional. Selain itu fungsi pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, bersangkut paut dengan masa yang akan datang (waktu setelah keputusan tersebut dibuat) yang memiliki pengaruh terhadap hasil dari pengambilan keputusan tersebut.

Contoh :

Ø  Ketika akan memulai aktifitas di pagi hari setelah bangun tidur, dengan sadar kita akan membuat keputusan tentang apa yang dilakukan, entah itu mandi, makan, atau diam.
Ø  Ketika OSIS akan melakukan suatu kegiatan berupa perlombaan maka osis tersebut akan membuat keputusan tentang semua hal yang akan dilakukan dalam kegiatan tersebut.
Ø  Di dalam suatu perusahaan, perusahaan tersebut menjalin kerjasama dengan perusahaan lain. Dan pada suatu waktu terjadi masalah antar perusahaan tersebut, akhirnya kedua perusahaan tersebut mengambil keputusan untuk tidak menjalin kerja sama kembali.

2. Keputusan merupakan penggerak roda kehidupan organisasi
            Keputusan ini merupakan salah satu unsur kehidupan yang penting di dalam organisasi. Keputusan organisasi itu sendiri adalah dimana seseorang mempunyai peranan sebagai anggota dari organisasi. Keputusannya akan menjadi keputusan yang resmi dari organisasi dan pimpinan bertindak sebagai pelaksana. Keputusan dapat  di delegasikan kepada orang lain, mereka biasanya membantu dan mengerjakan keputusan yang telah ditentukan oleh pimpinan. Maka dari itu, apabila tidak ada satu keputusan dari seorang pemimpin atau pimpinan, organisasi itu tidak akan bergerak kearah yang lebih baik dan juga tidak pantas disebut organisasi.
Contoh :
Di dalam sebuah organisasi di sekolah, yaitu OSIS. Mereka akan mengadakan sebuah acara pentas seni, setelah beberapa kali rapat mereka memutuskan untuk mengundang beberapa bintang tamu. Mereka meminta izin kepada kepala sekolah untuk mengadakan Pensi dan mengundang bintang tamu tersebut, namun keputusan kepala sekolah belum didapat oleh anak-anak OSIS, susunan acara yang sudah dirancang pun belum di perbaharui lagi dan tidak ada rapat untuk kelanjutannya. Tapi, beberapa hari kemudian kepala sekolah sudah memutuskan mengizinkan untuk  mengadakan Pensi saat hari libur dan diizinkan untuk mengundang beberapa bintang tamu. Maka, anak-anak OSIS pun kembali mengadakan rapat untuk kelanjutan acara pensinya. Di contoh peristiwa ini sangat terlihat bahwa sebuah keputusan merupakan penggerak untuk kehidupan organisasi.

3. Keputusan adalah panduan atau pedoman bagi semua yang terlibat dalam sistem kerja sama  atau organisasi
            Pembuatan keputusan mengenal berbagai prinsip dasar, sehingga baik dalam tahapan perumusan maupun implementasinya pembuatan keputusan tersebut memenuhi syarat sebagai alat manajemen yang dapat memberikan panduan organisasi dalam bertindak dan berperilaku. Asumsi dasar untuk setiap keputusan adalah bahwa suatu keputusan dibuat oleh seorang pemimpin untuk mencapai tujuan tertentu. Ini berarti tidak hanya masalah yang dipecahkan  saja yang perlu jelas. Tapi juga tujuan yang akan dicapainya harus lebih jelas lagi. Kejelasan tujuan ini diperlukan pedoman atau panduan untuk menentukan pilihan-pilihan keputusan yang paling tepat untuk suatu masalah.
Contoh :
Dalam suatu perusahaan pimpinan tersebut mengambil suatu keputusan yaitu akan menaikkan gaji apabila kedisiplinan dari bawahannya dapat ditingkatkan dari sebelumnya. Maka keputusan pimpinan tersebut menjadi panduan para bawahannya.

4. Keputusan menentukan keberlanjutan atau keberlangsungan hidup suatu organisasi !
            Keputusan menentukan keberlangsungan hidup suatu organisasi adalah suatu keputusan yang menyangkut sejumlah besar orang. Keputusan seperti ini mengarah kepada sesuatu yang sangat penting (relevance), harus teliti (accurate), hati-hati dan akhirnya keputusan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan.
            Keputusan itu akan sukses apabila menimbulkan suatu ikatan antara pengambil keputusan dengan keputusannya. Berhasil atau tidaknya suatu organisasi disebabkan karena cara bekerjanya keputusan itu sendiri. Ikatan akan timbul karena orang-orang di dalam organisasi berusaha untuk menyesuaikan dan melaksanakan keputusan itu.
            Keputusan bersifat berkesinambungan karena adanya pengharapan-pengharapan dari orang-orang yang berada dalam organisasi. Keputusan sering menimbulkan perubahan antara satu bidang yang akan mempengaruhi terhadap bidang yang lain.
Contoh :
Keputusan pemerintah menaikkan BBM
Keputusan pemerintah untuk menaikkan BBM berpengaruh terhadap perekonomian rakyatnya. Naiknya BBM akan mempengaruhi bidang-bidang lainnya. Naiknya BBM mengakibatkan naiknya biaya transportasi akan menaikkan harga bahan-bahan pokok (pangan) karena ongkos produksi naik, sedangkan daya beli masyarakat  menurun, akan menyebabkan krisis ekonomi. Bila keputusan pemerintah menaikkan BBM tanpa diimbangi keputusan yang dapat menyejahterakan rakyatnya, seperti subsidi bagi rakyat kecil, maka dapat dipastikan keputusan pemerintah itu memperburuk kondisi kehidupan rakyatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar