1. Keputusan merupakan titik awal
adanya suatu kegiatan
Pengambilan
keputusan memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas
manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik,
secara institusional maupun secara organisasional. Selain itu fungsi
pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, bersangkut
paut dengan masa yang akan datang (waktu setelah keputusan tersebut dibuat)
yang memiliki pengaruh terhadap hasil dari pengambilan keputusan tersebut.
Contoh :
Ø Ketika
akan memulai aktifitas di pagi hari setelah bangun tidur, dengan sadar kita
akan membuat keputusan tentang apa yang dilakukan, entah itu mandi, makan, atau
diam.
Ø Ketika
OSIS akan melakukan suatu kegiatan berupa perlombaan maka osis tersebut akan
membuat keputusan tentang semua hal yang akan dilakukan dalam kegiatan
tersebut.
Ø Di
dalam suatu perusahaan, perusahaan tersebut menjalin kerjasama dengan
perusahaan lain. Dan pada suatu waktu terjadi masalah antar perusahaan
tersebut, akhirnya kedua perusahaan tersebut mengambil keputusan untuk tidak
menjalin kerja sama kembali.
2.
Keputusan merupakan penggerak roda
kehidupan organisasi
Keputusan ini merupakan salah satu
unsur kehidupan yang penting di dalam organisasi. Keputusan organisasi itu
sendiri adalah dimana seseorang mempunyai peranan sebagai anggota dari
organisasi. Keputusannya akan menjadi keputusan yang resmi dari organisasi dan
pimpinan bertindak sebagai pelaksana. Keputusan dapat di delegasikan kepada orang lain, mereka
biasanya membantu dan mengerjakan keputusan yang telah ditentukan oleh
pimpinan. Maka dari itu, apabila tidak ada satu keputusan dari seorang pemimpin
atau pimpinan, organisasi itu tidak akan bergerak kearah yang lebih baik dan
juga tidak pantas disebut organisasi.
Contoh
:
Di
dalam sebuah organisasi di sekolah, yaitu OSIS. Mereka akan mengadakan sebuah
acara pentas seni, setelah beberapa kali rapat mereka memutuskan untuk
mengundang beberapa bintang tamu. Mereka meminta izin kepada kepala sekolah
untuk mengadakan Pensi dan mengundang bintang tamu tersebut, namun keputusan
kepala sekolah belum didapat oleh anak-anak OSIS, susunan acara yang sudah
dirancang pun belum di perbaharui lagi dan tidak ada rapat untuk kelanjutannya.
Tapi, beberapa hari kemudian kepala sekolah sudah memutuskan mengizinkan
untuk mengadakan Pensi saat hari libur
dan diizinkan untuk mengundang beberapa bintang tamu. Maka, anak-anak OSIS pun
kembali mengadakan rapat untuk kelanjutan acara pensinya. Di contoh peristiwa
ini sangat terlihat bahwa sebuah keputusan merupakan penggerak untuk kehidupan
organisasi.
3.
Keputusan adalah panduan atau pedoman
bagi semua yang terlibat dalam sistem kerja sama atau organisasi
Pembuatan
keputusan mengenal berbagai prinsip dasar, sehingga baik dalam tahapan
perumusan maupun implementasinya pembuatan keputusan tersebut memenuhi syarat
sebagai alat manajemen yang dapat memberikan panduan organisasi dalam bertindak
dan berperilaku. Asumsi dasar untuk setiap keputusan adalah bahwa suatu
keputusan dibuat oleh seorang pemimpin untuk mencapai tujuan tertentu. Ini
berarti tidak hanya masalah yang dipecahkan
saja yang perlu jelas. Tapi juga tujuan yang akan dicapainya harus lebih
jelas lagi. Kejelasan tujuan ini diperlukan pedoman atau panduan untuk
menentukan pilihan-pilihan keputusan yang paling tepat untuk suatu masalah.
Contoh
:
Dalam
suatu perusahaan pimpinan tersebut mengambil suatu keputusan yaitu akan
menaikkan gaji apabila kedisiplinan dari bawahannya dapat ditingkatkan dari
sebelumnya. Maka keputusan pimpinan tersebut menjadi panduan para bawahannya.
4.
Keputusan menentukan keberlanjutan atau
keberlangsungan hidup suatu organisasi !
Keputusan
menentukan keberlangsungan hidup suatu organisasi adalah suatu keputusan yang
menyangkut sejumlah besar orang. Keputusan seperti ini mengarah kepada sesuatu
yang sangat penting (relevance), harus teliti (accurate), hati-hati dan
akhirnya keputusan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan.
Keputusan itu akan sukses apabila
menimbulkan suatu ikatan antara pengambil keputusan dengan keputusannya.
Berhasil atau tidaknya suatu organisasi disebabkan karena cara bekerjanya
keputusan itu sendiri. Ikatan akan
timbul karena orang-orang di dalam organisasi berusaha untuk menyesuaikan dan
melaksanakan keputusan itu.
Keputusan bersifat berkesinambungan
karena adanya pengharapan-pengharapan dari orang-orang yang berada dalam
organisasi. Keputusan sering menimbulkan perubahan antara satu bidang yang akan
mempengaruhi terhadap bidang yang lain.
Contoh
:
Keputusan
pemerintah menaikkan BBM
Keputusan
pemerintah untuk menaikkan BBM berpengaruh terhadap perekonomian rakyatnya.
Naiknya BBM akan mempengaruhi bidang-bidang lainnya. Naiknya BBM mengakibatkan
naiknya biaya transportasi akan menaikkan harga bahan-bahan pokok (pangan)
karena ongkos produksi naik, sedangkan daya beli masyarakat menurun, akan menyebabkan krisis ekonomi.
Bila keputusan pemerintah menaikkan BBM tanpa diimbangi keputusan yang dapat
menyejahterakan rakyatnya, seperti subsidi bagi rakyat kecil, maka dapat
dipastikan keputusan pemerintah itu memperburuk kondisi kehidupan rakyatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar