PROPOSAL
PENERAPAN SISTEM DATABASE DALAM MENGAKSES
INFORMASI DI SMP NEGERI 35 BANDUNG
A.
LATAR BELAKANG
Dalam
kehidupan modernisasi yang semakin berkembang pesat sampai saat ini, Sistem
Informasi sangat dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan terutama di dalam dunia
pendidikan. Semua bidang yang ada dalam kehidupan ini sangat membutuhkan Sistem
Informasi diantaranya dalam bidang pelatihan, manajemen, pendidikan dan masih
banyak lagi yang pasti akan membutuhkan Sistem Informasi dengan seiring
berjalannya waktu. Sistem Informasi yang baik merupakan salah satu tolok ukur
dan nilai plus bagi satuan pendidikan atau institusi tertentu.
Yang
akan dibahas disini adalah Sistem Informasi di dalam bidang pendidikan. Sistem
Informasi yang semakin canggih, tidak luput dari pengelolaan sistem yang baik
sesuai dengan kebutuhannya. Pengelola Sistem Informasi harus bisa mengelola
informasi dengan baik agar siapapun yang menjadi penerima informasi dapat
menemukan informasi yang dibutuhkannya dengan cara yang praktis dan cepat.
Pengelola Sistem Informasi harus bisa menyesuaikan apa yang dia kerjakan dengan
apa yang ada pada masa kini dan bisa menerawang seperti apa Sistem Informasi
yang akan ada di masa yang akan datang.
Sekolah
Menengah Pertama Negeri (SMPN) 35 Bandung merupakan lembaga pendidikan yang
mempunyai pandangan dan tujuan memiliki sistem pengelolaan pendidikan yang
efektif dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagaimana tercantum dalam
misi SMPN 35 Bandung yang salah satunya yaitu, Meningkatkan hubungan
silaturahmi efektif internal dalam perkembangan IPTEKS dan budaya global untuk
membangun kesejahteraan bersama. Dimana SMPN 35 ini dapat menjadi salah satu
lembaga pendidikan yang dapat berdaya saing di dalam penerapan informasi di
dalam bidang Sistem Informasi Pendidikannya.
Setelah
melakukan penelitian di sekolah tersebut, penyusun berkenan membuat suatu pengajuan
penerapan sistem informasi pendidikan dalam mengakses informasi berlandaskan
praktikum yang telah kami laksanakan dalam program perkuliahan di semester IV
ini dengan melakukan pengelolaan data melalui sistem database.
Latar
belakang dibuatnya rancangan sistem database ini adalah untuk memperlihatkan
bagaimana di dalam era budaya globalisasi agar sekolah sebagai lembaga
pendidikan dapat mengelola data dan menginformasikannya sesuai kebutuhan para
konsumen pendidikan.
B.
TINJAUAN TEORITIS
Sistem
Menurut Fat pengertian sistem adalah sebagai berikut :“Sistem adalah suatu
himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari
bagian–bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan,
berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu
kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif”.
Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa
sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan
yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang
yang betul-betul ada dan terjadi.
Pengertian Sistem Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem
adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau
procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian
atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu
rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
Definisi Sistem Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984:
78) “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional
antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara
keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.”
Dengan demikian sistem merupakan
kumpulan dari beberapa bagian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama
serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem
tersebut. Maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan
sasaran dalam ruang lingkup yang sempit.
Database
Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam
komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program
komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak
yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut
sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).
Konsep dasar dari basis data adalah
kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis
data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di
dalamnya.
Menurut Stephens dan Plew (2000),
database adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data.
Informasi adalah sesuatu yang kita gunakan sehari-hari untuk berbagai alasan.
Dengan database, pengguna dapat menyimpan data secara terorganisasi. Setelah
data disimpan, informasi harus mudah diambil. Kriteria dapat digunakan untuk
mengambil informasi. Cara data disimpan dalam database menentukan seberapa
mudah mencari informasi berdasarkan banyak kriteria. Data pun harus mudah
ditambahkan ke dalam database, dimodifikasi, dan dihapus.
Menurut Silberschatz, dkk. (2002), mendefinisikan database sebagai kumpulan
data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan.
Ramakrishnan dan Gehrke (2003), menyatakan database sebagai kumpulan data, umumnya
mendeskripsikan aktivitas satu organisasi atau lebih yang berhubungan.
Menurut Bambang Hariyanto (2004), database adalah kumpulan data
(elementer) yang secara logik berkaitan dalam merepresentasikan fenomena atau fakta
secara terstruktur dalam domain tertentu untuk mendukung aplikasi pada sistem
tertentu. Basisdata adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang
merefleksikan fakta-fakta yang terdapat di organisasi.
Informasi
Informasi mempunyai manfaat dan
peranan yang sangat dominan dalam suatu organisasi. Tanpa adanya suatu
informasi dalam suatu organisasi, para pegawai tidak dapat bekerja dengan
efisien dan efektif. Tanpa tersedianya informasi pun para pegawai tidak dapat
mengambil keputusan dengan cepat dan mencapai tujuan dengan efektif dan
efisien. Sehingga bisa dibilang bahwa informasi merupakan sebuah keterangan yang
bermanfaat untuk para pengambil keputusan dalam rangka mencapai tujuan
organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Menurut Davis dalam Abdul Kadir
(2003: 28) Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang
berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini
atau saat mendatang. Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi
bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima (Andri Kristanto, 2003: 6).
Sistem Informasi
Sistem Informasi dapat didefinisikan
sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari
orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian
yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe
transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya
terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan
suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
Menurut Mc leod, Sistem Informasi merupakan sistem
yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan
menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.
Sistem Informasi adalah suatu sistem
di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian yang mendukung fungsi organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan
strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar
tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan. (Tata Sutabri, S.Kom., MM, 2005:36).
Menurut O’Brien (2005, p5), Sistem Informasi
adalah suatu kombinasi teratur apapun dari user, hardware
(perangkat keras), software (piranti lunak), computer networks dan data
communications (jaringan komunikasi), juga database (basis data) yang
mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk
organisasi.
Sistem Informasi adalah data yang
dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah
satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga
menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. (Tafri D. Muhyuzir, 2001, 8).
Sistem Basis Data (Database System)
Sistem Basis Data adalah sistem
terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara informasi dan membuat
informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan (C.J Date, 1981).
Sedangkan menurut Dr. Syopiansyah Jaya Putra, (2010).
Sistem Basis Data adalah suatu informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari
data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia
untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu instansi.
Konsep dasar dari basis data adalah
kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis
data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di
dalamnya.
Manajemen Sistem Basis Data (Database
Management Systems)
DBMS adalah kumpulan program yang
mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. (ICT
Database/-Data Resources Management, Dr.
Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, 2010).
Sedangkan menurut Asep Herman Suyanto (2004) Manajemen
Sistem Basis Data (Database Management System / DBMS) adalah perangkat lunak
yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data
dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus
untuk aplikasi, misalnya penyimpanan data dalam penulisan kode aplikasi yang
spesifik untuk pengaturannya.
Database Management System (DBMS)
atau Sistem Manajemen Basisdata adalah suatu sistem yang terdiri atas
Basis-data dan Perangkat Lunak (Software / program) yang bertujuan untuk
efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan basisdata.
Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
terdiri dari perangkat lunak yang dapat mengatur penyimpanan data. Sehingga
memudahkan organisasi untuk memusatkan data, mengelola data secara efisien dan
menyediakan akses data bagi program aplikasi.
Sebuah DBMS mengendalikan pembuatan,
pemeliharaan, dan penggunaan struktur penyimpanan database organisasi sosial
dan pengguna mereka. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menempatkan kontrol
organisasi pengembangan database yang luas di tangan Database Administrator
(DBAs) dan spesialis lain. Dalam sistem yang besar, sebuah DBMS memungkinkan
pengguna dan perangkat lunak lain untuk menyimpan dan mengambil data dalam cara
yang terstruktur.
Manfaat Sistem Database
a)
Mengurangi redundansi
Data yang sama pada beberapa aplikasi
cukup disimpan sekali saja.
b)
Menghindarkan inkonsistensi
Karena redundansi berkurang, sehingga
umumnya update hanya sekali saja.
c)
Terpeliharanya integritas data
Data tersimpan secara akurat.
d)
Data dapat dipakai bersama-sama
Data yang sama dapat diakses oleh
beberapa user pada saat bersamaan.
e)
Memudahkan penerapan standarisasi
Menyangkut keseragaman penyajian
data.
f)
Jaminan security
Data hanya dapat diakses oleh yang
berhak.
g)
Menyeimbangkan kebutuhan
Dapat ditentukan prioritas suatu
operasi, misalnya antara update (mengubah data) dengan retrieval (menampilkan
data) didahulukan update.
Tujuan Sistem Database
·
Memudahkan user dalam mendapatkan data
·
Menyediakan tempat untuk penyimpanan data yang relevan
·
Dapat melindungi data dari kerusakan fisik
Keuntungan Pemakaian Sistem Database
·
Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi
·
Terpeliharanya keselarasan data
·
Data dapat dipakai secara bersama-sama
·
Memudahkan penerapan standarisasi
·
Memudahkan penerapan
batasan-batasan pengamanan
·
Terpeliharanya intergritas data
·
Terpeliharanya keseimbangan atas
perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi
·
Program / data independent
Kelemahan Sistem Basis Data
·
Memerlukan tenaga spesialis
·
Kompleks atau rumit
·
Memerlukan tempat yang besar
·
Mahal dalam implementasinya
·
Penanganan proses recovery dan backup sulit
·
Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi
departemen yang terkait
C. PROBLEMATIKA (Fisibilitas Aplikasi di
Lapangan)
Database merupakan salah satu
komponen yang penting di dalam sistem informasi pendidikan, karena berfungsi
sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Penerapan database dalam
sistem informasi disebut dengan database sistem. Sistem basis data ini adalah
suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa
aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi dalam bidang pendidikan.
Dalam dunia pendidikan peran basis
data merupakan bagian yang sangat penting. Beberapa contoh penggunaannya dalam
bidang pendidikan yaitu, dalam aspek perpustakaan, aspek administrasi atau
dalam lingkungan akademis pada umumnya. Dalam mengelola perpustakaan perlu
adanya sistem database, agar mempermudah mencari suatu dokumen, buku, referensi
dan lain sebagainya, maka dengan mencari berdasarkan nama pengarang atau
berdasarkan judul buku maka secara otomatis kita akan menemukan lokasi buku
yang kita cari. Dalam pengelolaan administrasi, perlu adanya sistem database
guna untuk mempermudah memasukkan data. Misalnya, dalam pembayaran SPP dan lain
sebagainya.
Segala jenis kegiatan berorientasi
pada nilai guna atau manfaat-manfaat berikut ini :
1) Nilai
guna atau Manfaat untuk pengembangan konsep Sistem Informasi
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting
(vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif, menyiapkan
langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan
dalam mendesain sistem yang baru.
Adapun manfaat dari pengembangan konsep sistem informasi
adalah :
·
Kecocokan
·
Keluwesan
·
Kejelasan
·
Ketetapan waktu
·
Ketelitian
·
Luas dan lengkap
·
Mudah diperoleh
·
Dapat dibuktikan kebenarannya
·
Dapat diukur kualitas dan kebenarannya
2)
Nilai guna atau Manfaat
untuk pengembangan kinerja persekolahan dalam menata Sistem Informasi
Manfaat Sistem Informasi Manajemen bagi sekolah, antara
lain :
·
Mempermudah proses penjadwalan,
·
Memperkenalkan dunia IT secara dini kepada siswa,
·
Pengelolaan Kepegawaian akan semakin mudah dan cepat,
·
Informasi alumni, siswa lulus, siswa DO, siswa meninggal
dunia akan tercatat data Historynya,
·
Bagian administrasi, Kepala Sekolah akan semakin mudah
menyusun rencana jangka pendek, jangka panjang, untuk meningkatkan Mutu
Sekolah,
·
Mempermudah proses akumulasi nilai; nilai harian, nilai
tengah semester, nilai akhir semester,
·
Pembuatan transkip nilai baik berupa raport maupun print
out biasa,
·
Wali kelas dapat mengontrol hasil akademik siswanya secara
mudah dan cepat,
·
Laporan Keuangan akan otomatis terbentuk, dan disesuaikan
dengan kebutuhan Pembukuan Sekolah,
·
Proses penerimaan siswa baru akan semakin cepat dan
akurat,
·
Rangking berdasarkan Nilai, otomatis akan terbentuk,
·
Laporan statistik berdasarkan Nilai, Jenis Kelamin, Umur,
Pekerjaan, Orang Tua, Alamat asal akan terbentuk otomatis,
·
Mempermudah proses penyusunan laporan yang diminta oleh
pihak Dinas Pendidikan.
3)
Strategi Penerapan
Pengembangan Sistem Informasi di Sekolah
·
Adanya pegawai yang bertugas untuk mengelola informasi
atau sebagai pengelola website sekolah yang isinya dapat menginformasikan
seluruh kegiatan ataupun tentang sekolah itu sendiri.
·
Mempromosikan bahwa sekolah yang sudah bertaraf teknologi
akan lebih menguntungkan siswanya dibandingkan sekolah yang masih belum menjadi
school net.
·
Menyediakan layanan kepada pengguna informasi agar apa
saja informasi yang dibutuhkan bisa didapatkan dengan mudah.
·
Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai kebutuhan
sekolah untuk dapat ditempatkan di bidang yang sesuai dengan minat dan
bakatnya, dalam hal ini lebih tepatnya ditempatkan pada pengelola informasi.
·
Membangun hubungan yang harmonis antara pihak sekolah
dengan pihak luar untuk dapat menyebarluaskan informasi secara lebih efektif
dan efisien.
·
Menyediakan layanan yang tepat dan berkualitas agar publik
dapat memberikan nilai yang lebih baik.
·
Mengembangkan teknologi yang selalu dapat melayani
kebutuhan siswa.
·
Menginformasikan hasil sistem informasi yang telah
terbukti manfaat dan hasilnya.
·
Mendata kembali apa saja yang sekiranya masih harus
dilakukan perbaikan.
D.
KESIMPULAN
Sistem Database adalah suatu sistem
penyusunan dan pengelolaan dengan menggunakan komputer yang bertujuan untuk
menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah
organisasi sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai informasi
untuk kepentingannya.
Pemanfaatan Teknologi Sistem
Informasi juga telah merambah di dunia Pendidikan. Pemanfaatan Teknologi Sistem
Informasi diperuntukkan bagi peningkatan kinerja lembaga pendidikan atau
akademis dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia dan bermanfaat
dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengjar. Guru dan pengurus sekolah tidak
lagi disibukkan oleh pekerjaan operasional, yang sesungguhnya dapat digantikan
oleh komputer.
Dengan demikian dapat memberikan
keuntungan dalam efisiesi waktu dan tenaga. Contohnya dalam sistem penjadwalan
yang harus dilakukan setiap awal semester. Biasanya kita membutuhkan waktu lama
untuk menyusun penjadwalan. Baik penjadwalan mata pelajaran sekolah, pemesanan
hari libur masing-masing guru dalam satu minggu masa mengajar.
Fungsi dari Teknologi Sistem
Informasi adalah untuk menjamin kualitas pendidikan di Indonsia. Pemanfaatan
Teknologi Sistem Informasi dalam proses Pendidikan, yaitu dengan sasaran yang
secara cermat dipilih, bahan untuk mengajar yang berkualitas, serta metodologi
pengajaran yang tepat, mampu mendukung proses pemerataan dan mengurangi
kesenjangan antar tiap daerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar