Rabu, 10 Oktober 2012

dinamika kelompok

1.      Alasan – alasan Terbentuknya Kelompok

Terbentuknya berbagai kelompok dalam kehidupan manusia merupakan wujud dari hakikat manusia, khususnya dari dimensi kesosialannya. Manusia adalah makhluk sosial yang tak mungkin dapat hidup berkembang secara layak apabila ia hidup sendiri dan menyendiri. Oleh karena itulah, manusia berkelompok atau membentuk sebuah kelompok untuk hidup bersama dan berkumpul.
Kelompok pada dasarnya dimulai dari berkumpulnya sejumlah orang. Orang-orang ini menjunjung suatu atau beberapa kualitas tertentu sehingga dengan demikian kumpulan tersebut menjadi sebuah kelompok. Tetapi perlu diingat bahwa orang yang berkumpul dalam sebuah ruangan dan berjumlah besar tidak dapat dikatakan sebagai kelompok dikarenakan tidak adanya kesepakatan atau konsensus dalam mencapai sebuah tujuan atau tepatnya menjunjung suatu atau beberapa kualitas.
Adanya suatu kelompok tidak harus diawali dengan adanya kerumunan. Suatu kelompok dapat segera terjadi, yaitu apabila sebelum orang-orang yang bersangkutan berkumpul terlebih dahulu kepada mereka diberitahukan tujuan yang akan dicapai.
Faktor - faktor yang menyebabkan terjadinya kelompok, antara lain :
ö  Adanya interaksi antar orang-orang yang ada di dalam kumpulan atau suatu kerumunan.
ö  Ikatan emosional sebagai pernyataan kebersamaan.
ö  Tujuan atau kepentingan bersama yang ingin dicapai.
ö  Kepemimpinan yang dipatuhi dalam rangka mencapai tujuan atau kepentingan bersama.
ö  Norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya.

      Seseorang memiliki alasan-alasan tertentu untuk membentuk suatu kelompok, dan alasan tersebut biasanya bukan alasan yang tunggal. Karena setiap kelompok memberikan manfaat yang berbeda-beda bagi tiap kelompoknya. Alasan utama seseorang menjadi anggota suatu kelompok adalah berkaitan dengan kebutuhan untuk keamanan, afiliasi, kekuasaan, status, dan pencapaian tujuan.
ü  Keamanan
Salah satu alasan mengapa seseorang menjadi anggota suatu kelompok adalah untuk mendapatkan rasa aman dari ancaman. Orang yang tergabung dalam suatu kelompok posisinya akan lebih kuat dari pada sendirian. Selain itu, mereka juga akan terhindar dari perlakuan-perlakuan yang kurang menguntungkan dari orang lain terutama pimpinan. Pemimpin organisasi tentu memperhatikan lebih serius suara - suara yang disampaikan oleh kelompok daripada disampaikan secara perorangan.
ü  Afiliasi
Interaksi secara formal yang terjadi dalam organisasi tidak dapat dilakukan secara intens atau erat karena kesibukan masing-masing dalam melaksanakan tugasnya. Dengan menjadi anggota suatu kelompok, maka interaksi yang terjadi dapat lebih erat, lebih bersahabat dan akrab.
ü  Kekuasaan
Bagi seseorang yang ingin menggunakan pengaruhnya terhadap orang lain, kelompok memberikan kekuasaan tanpa wewenang formal dari organisasi. Sebagai pemimpin kelompok seseorang dapat mempengaruhi anggota kelompoknya. Bagi yang memiliki kebutuhan akan kekuasaan, kelompok merupakan wadah untuk pemenuhannya.



ü  Status
Dengan bergabung dalam suatu kelompok, seseorang merasakan adanya pengakuan dari lingkungannya bahwa ia memiliki status tertentu sesuai dengan status yang disandang oleh kelompoknya.
ü  Pencapaian Tujuan
Orang-orang yang bekerjasama dalam suatu kelompok karena mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan yang penting. Secara fisik dan mental intelektual, dengan bekerjasama dalam wadah kelompok tujuan-tujuan tersebut akan lebih mudah tercapai. Secara fisik, tenaga yang terhimpun oleh kelompok lebih besar dan secara mental intelektual ide, gagasan maupun pendapat akan lebih berkualitas dan memberikan kontribusinya terhadap keberhasilan kelompok.



2.      Jenis – jenis Kelompok

Jenis atau tipe kelompok itu sangat beragam. Begitu beragamnya sehingga sulit dibuat satu penggolongan yang baku. Penggolongan kelompok sangat bergantung pada tujuan penggolongan itu sendiri, antara lain sebagai berikut :
a.       Kelompok formal : organisasi militer, perusahaan, kantor kecamatan.
Kelompok non-formal : arisan, geng, kelompok belajar, teman-teman bermain sepakbola, dll.
b.      Kelompok kecil : dua sahabat, keluarga, kelas.
Kelompok besar : divisi tentara, suku bangsa, bangsa.
c.       Kelompok jangka pendek : panitia, penumpang sebuah kendaraan umum, orang-orang yang membantu memadamkan kebakaran atau menolong korban banjir.
Kelompok jangka panjang : bangsa, keluarga, tentara, sekolah.
d.      Kelompok kohesif (hubungan erat antar anggota) : keluarga, panitia, sahabat, rombongan ibadah haji.
Kelompok tidak kohesif : penonton bioskop, pembaca majalah, jamaah shalat jumat.
e.       Kelompok agresif : mahasiswa tawuran, penumpang kereta api mengeroyok pencopet, demonstran, pengunjuk rasa.
Kelompok konvensional : jamaah haji, penonton wayang kulit, pengendara mobil di jalan raya, tamu undangan pernikahan, penonton konser musik jazz.
Kelompok ekpresif : penonton musik rock, peserta rapat umum partai politik.
f.       Kelompok dengan identitas bersama : keluarga, kesatuan ABRI, perusahaan, sekolah, universitas.
Kelompok tanpa identitas bersama : penonton, jamaah, penumpang bus.
g.      Kelompok individual-otonomus : masyarakat kota besar, perusahaan dengan sistem manajemen berat.
Kelompok kolektif-relational : masyarakat pedesaan, perusahaan dengan manajemen timur (misalnya, perusahaan jepang), keluarga besar. Kelompok ini mempunyai identitas kelompok yang kuat.
h.      Kelompok yang berbudaya tunggal (adat, tata susila, agama, hukum atau norma lainnya seragam) : masyarakat pedesaan tradisional, perusahaan, organisasi militer, keluarga yang berasal dari lingkungan budaya bersama.
Kelompok berbudaya majemuk : masyarakat perkotaan, partai politik, keluarga antar agama.
i.        Kelompok laki-laki : tim sepak bola, pasukan komando, geng laki-laki, jamaah shalat jumat.
Kelompok perempuan : tim sepak bola perempuan,  polisi wanita, korps wanita ABRI, lembaga bantuan hukum untuk wanita, himpunan wanita karya.
j.        Kelompok konsumen : yayasan lembaga konsumen, persatuan penggemar mobil, kelompok ibu rumah tangga.
Kelompok produsen pengusaha atau professi : asosiasi kayu, persatuan hotel dan restoran, ikatan dokter, ikatan sarjana ekonomi, persatuan guru.
k.      Kelompok persahabatan : arisan, teman bermain, kumpulan sahabat, kelompok golf, paguyuban alumni SMA.
Kelompok yang telibat dalam tujuan bersama : perusahaan, yayasan, instansi pemerintah.


Menurut Robbins, jenis-jenis kelompok terdiri dari :
1.   Kelompok formal : ada keputusan managerial guna mencapai tujuan organisasi, bersifat resmi. Ditandai dengan adanya organisasi status, misalnya : OSIS
2.   Kelompok informal : muncul dari upaya individu (tumbuh atas dasar keputusan bersama dan persahabatan). Ada faktor kebutuhan sosial, misalnya: usaha menjahit baju lalu bagi hasil.
3.   Kelompok komando : ada manajer dan bawahan, misalnya : usaha restoran yang sudah besar dan punya cabang dimana-dimana.
4.   Kelompok tugas : bekerjasama menyelesaikan tugas atau pekerjaan, misalnya : kelompok belajar.
5.   Kelompok kepentingan : ada tujuan khusus dalam kelompok tersebut dan semua anggota terlibat di dalamnya, misalnya : partai
6.   Kelompok persahabatan : karakteristik anggota sama, misalnya : geng sekolah.

Seseorang akan dengan sendirinya masuk dalam kelompok keluarga yang bersangkutan. Kelompok yang demikian disebut ascribed group, sedangkan kelompok atas dasar pemilihan seseorang disebut acquired group (Panner, 1978). Berkaitan dengan macamnya, kelompok dapat dibedakan atas :
a)      Besar kecilnya kelompok atau ukuran kelompok : ada kelompok yang kecil dan ada kelompok yang besar.
b)      Tujuan : Orang-orang yang mempunyai tujuan sama akan membentuk suatu kelompok tersendiri, misalnya kelompok belajar dan kelompok koperasi.
c)      Value (nilai) : Orang-orang yang mempunyai nilai sama akan membentuk suatu kelompok, misalnya kelompok keagamaan.
d)     Duration : Dalam hal ini, ada kelompok yang jangka waktunya pendek, misalnya kelompok belajar umumnya waktunya relatf lebih pendek.
e)      Scope of activities : misalnya keluarga merupakan kelompok yang mengandung banyak aktivitas.
f)       Minat : orang-orang yang mempunyai minat sama akan membentuk kelompok tersendiri, misalnya kelompok pemancing.
g)      Daerah asal : orang-orang yang berasal dari daerah sama akan membentuk kelompok. Misalnya kelompok mahasiswa daerah kebumen.
h)      Formalitas : ada kelompok yang formal dan ada kelompok yang informal.

3.      Dinamika Kelompok

Konsep Dasar Dinamika Kelompok
Definisi Dinamika
Kata Dinamika berasal dari kata Dynamics (Yunani) yang bermakna “Kekuatan”
(force). “Dynamics is facts or concepts which refer to conditions of change, expecially to
forces”.
Menurut Slamet Santoso (2004: 5), Dinamika berarti tingkah laku warga yang
satu secara langsung mempengaruhi warga yang lain secara timbal balik.. Dinamika
berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok yang satu dengan
anggota kelompok secara keseluruhan. Karenanya, dapat disimpulkan bahwa Dinamika
ialah kedinamisan atau keteraturan yang jelas dalam hubungan secara psikologis.

Definisi Kelompok
Ada beberapa ahli yang mendefinisikan tentang kelompok, diantaranya :
a)      Hornby, A.S (1973: 441), kelompok adalah sejumlah orang atau benda yang berkumpul atau ditempatkan secara bersama-sama atau secara alamiah berkumpul. (A number of persons or things gathered, or naturally associated).
b)      Webster (1989: 425) mengatakan bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau benda yang bergabung secara erat dan menganggap dirinya sebagai suatu kesatuan.
c)      (Sherif: 1962), Kelompok adalah unit sosial yang terdiri dari sejumlah individu yang mempunyai hubungan saling ketergantungan satu sama lain sesuai dengan status dan perannya secara tertulis atau tidak mereka telah mengadakan norma yang mengatur tingkah laku anggota kelompoknya.
d)     Slamet Santosa (1992: 8), “Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.
e)      Menurut Zaltman (1972: 75), Dinamika Kelompok adalah kekuatan-kekuatan yang berlangsung dalam kelompok, dimana kekuatan tersebut bertujuan memberikan arah perilaku kelompok.
Jika dilihat dari asal katanya, dinamika memiliki arti tenaga atau kekuatan yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap setiap keadaan. Sedangkan kelompok merupakan kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama.
Dengan demikian Dinamika Kelompok merupakan sebuah konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah. Selain itu, dinamika kelompok dapat juga diartikan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu, memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Berdasarkan pernyataan diatas maka dinamika kelompok pada dasarnya merupakan proses - proses kelompok yang menggambarkan semua hal yang terjadi dalam kelompok akibat adanya interaksi individu – individu yang ada dalam kelompok itu.
Dinamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain :
R  Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. (bagaimanapun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.)
R  Memudahkan segala pekerjaan. (banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan tanpa bantuan orang lain.)
R  Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga selesai lebih cepat, efektif, dan efisien. (pekerjaan besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian)
R  Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat. (setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat)
Dalam proses Dinamika Kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun yang memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut.
1] Kelebihan kelompok
·      Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi dan pendapat anggota yang lain.
·      Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya   dengan menekan kepentingan pribadi.
·      Kemauan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah disepakati kelompok.
2] Kekurangan kelompok
Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas pertemuan.  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar