Itu
merupakan satu kalimat yang dia lontarkan padaku secara tidak langsung. Dia
seseorang yang sangat baik pada siapapun, dia selalu berusaha untuk bisa
memberikan senyuman pada siapapun dan bisa membuat siapapun tersenyum.
Aku
tahu, dia seperti itu karena memang dia orang yang ramah bahkan terlalu ramah
dan berusaha untuk ramah pada apapun dan siapapun yang ada sekitarnya. Dia
memang pernah bertanya pada dirinya sendiri apakah menyebar cinta dimana-mana
itu salah ? dan dia pun berpikir lagi tentang hal itu.
Dia
terlalu baik, sangat baik pada orang lain. Dia selalu dapat mengingatkan
hal-hal yang baik pada siapapun, entah mengingatkan untuk tetap berdoa, untuk
belajar ikhlas dan masih banyak lagi hal-hal positif yang dapat dia berikan
pada orang lain.
Mungkin
bahasa dan kalimatnya sedikit berat dan apapun kalimat yang dia lontarkan harus
benar-benar dicerna agar mendapatkan arti yang sesungguhnya dia mengerti dan
pikirkan. Begitulah dia, mungkin semua itu efek dia duduk di bangku kuliah
jurusan bahasa indonesia.
Mungkin
kalau aku tidak bertanya pada yang lain tentang hal itu, aku bisa-bisa semakin
memberikan harapan yang tidak pasti untuk diri sendiri. Dan aku sangat
bersyukur ada seorang teman yang memberitahu kalau kalimat itu pernah dia
dapatkan juga darinya. Dan aku menyimpulkan kalau kalimat itu memang dia
lontarkan kepada semua dan banyak orang.
Apa
jadinya kalau orang yang menerima kalimat itu malah berpikir ke arah yang lain
dan yang lebih jauh lagi ? apakah dia tidak pernah berpikir ke arah sana? Dan
aku pernah menanyakan hal itu padanya. Tapi, apa jawabannya ??!?!!!?!?!?
saya
kan hanya bersikap baik, cuma disalah artikan | makanya kasih pengertian, biar
ga ada yang salah pengertian | kalo ga bertanya ya gimana bisa ngasih pengertian?
| ga harus tunggu ditanya kali, namanya juga pengertian, kan kita sendiri yang
mau ngasih perhatian, jadi kita sendiri yang harus kasih pengertian | hmmm saya
kan ngasih perhatian dengan alasan baik.. tidak berfikir lebih.. kalo
mengartikan lebih dari sekedar yang saya berikan,, yang salah siapa? | yaudah
sih ga ada yang salah, mungkin feel nya aja yang salah. emang ini lagi nyari yang
salah ya? | lah justru karena saya yang harus menjelaskan kan? jadi saya
jelaskan bahwa saya hanya untuk berbuat baik... menyapa.. dan berinteraksi.. | iya
betul, tapi mungkin apa yang dijelasin ga nyampe ke orang yang dikasih perhatian
kalo ga ada penjelasan | berarti memang harus ada interaksi lebih jauh lagi
kan, supaya bisa menjelaskan | betuuuuuul tapi kalo ada yang salah mengartikan
gimana ya? | tinggal di jelasin lebih lanjut.. tapi dibawa santai.. | berarti
jangan lelah untuk menjelaskan yaa | ……………………………………….
Satu
hal yang membuat aku bisa mengerti adalah karena memang dia sangat antusias
ingin menjadi seorang Pastor. Aku memang tidak mengetahuinya secara langsung,
tapi secara tidak langsung orang yang hanya melihatnya dari luar pun mungkin
bisa mengatakan dan berpikir ke arah yang sama. Kecintaannya pada Tuhan
melebihi apapun, dan wanita satu-satunya dan selamanya untuknya adalah Bunda.
Mengetahui hal itu, entah harus senang atau sedih, dan harus selalu ingat,
kalau hidup itu adalah pilihan. Mungkin pada awalnya ada beberapa orang yang
akan sulit memilih pilihan yang ada dengan memikirkan berbagai hal negatif ke
depannya atau sebaliknya. Tapi, apapun yang akan terjadi di depan, entah itu
hal positif maupun negatif tetap saja harus dijalani bukan? Dengan selalu
menyertai-Nya di dalam setiap kerikil-kerikil kehidupan, apapun rintangan yang
terjadi akan mudah untuk dijalani, dengan tidak lupa untuk terus bersyukur
kepada-Nya.
Sedikitnya,
itu yang aku tahu, mungkin yang aku tahu ini hanya secuil dari apa yang banyak
sekali yang ada pada dirinya. Tapi, apakah aku harus mengetahui semuanya?
Jawabannya tidak. Disini aku hanya bisa berdoa untuknya dan memberikan semangat
agar apapun yang dia lakukan dan apapun yang dipilihnya tidak menjadi suatu
penyesalan dan benar-benar menjadi pilihan yang terbaik dalam hidupnya.
Aku
pernah bercerita padanya tentang hal lain yang mungkin dia akan mengetahui
bagaimana baik dan buruknya dan seperti apa teori yang sebenarnya. Lagi-lagi
ada saja kalimat yang selalu saja bisa membuat aku mengangguk tanda setuju.
Walaupun banyak juga kalimatnya yang terkadang aku balas dengan pendapat yang berbeda
dengan pendapatnya.
Harus
belajar ikhlas dan mendoakan yang terbaik untuk orang lain. ”Yang pasti masih
bisa di doakan yang baik kan?” begitu katanya.
Selalu
saja ada kalimat yang menyentuh hatiku.
Dia
selalu mempunyai caranya sendiri untuk mengekspresikan apa yang dipikirkannya.
Kita
memang manusia yang terpilih untuk sekedar mengingatkan orang lain untuk tidak
lupa tersenyum hari ini.
Mungkin
dia memang seseorang yang dipilih oleh Tuhan untuk dapat membuat orang-orang di
sekeliling tidak lupa untuk tersenyum dalam menghadapi apapun.
Enough.
Jangan pernah lupa untuk tersenyum :)