Selasa, 30 April 2013

MAKALAH KOMUNIKASI MASSA MELALUI UNIT PERS MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Komunikasi Massa adalah penyebaran pesan dengan menggunakan media yang ditujukan kepada massa yang abstrak, heterogen, anonym yaitu sejumlah orang yang tidak tampak oleh sang komunikator, berbeda beda latar belakangnya, dan banyak. Pembaca surat kabar, penonton televisi dan film, pendengar radio, tidak tampak oleh si penyampai pesan. Dengan demikian, maka jelas bahwa komunikasi massa atau komunikasi melalui media massa bersifat satu arah. Begitu pesan disampaikan oleh komunikator, tidak diketahui apakah pesan itu diterima, dimengerti, atau dilakukan oleh khalayak dan efek yang di terima tertunda bahkan tidak ada feedback sama sekali.
Perkembangan teknologi komunikasi massa tidak dapat dipungkiri telah banyak membantu umat manusia untuk mengatasi berbagai hambatan dalam berkomunikasi. Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).
Dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam pengertian sempit dan pers dalam pengertian luas. Pers dalam arti luas adalah meliputi segala penerbitan, termasuk media massa elektronika, radio siaran dan televisi siaran, sedangkan pers dalam arti sempit hanya terbatas pada media massa cetak, yakni surat kabar, majalah dan bulletin kantor berita (Onong 2002:145).
Di Indonesia, kedudukan pers diatur dalam Undang-Undang Pers No.40 tahun 1999. Dalam pasal 1 UU tersebut, pers didefinisikan sebagai lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.


1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Komunikasi Massa?
2.      Bagaimana proses Komunikasi Massa?
3.      Bagaimana pengaruh dan fungsi Komunikasi Massa di masyarakat?

1.3 Tujuan
1.      Mengetahui definisi Komunikasi Massa
2.      Mengetahui proses Komunikasi Massa
3.      Mengetahui pengaruh dan fungsi Komunikasi Massa di masyarakat

   
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Definisi Komunikasi Massa

Definisi Komunikasi
            Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus” yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”. Dengan demikian,  kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Menurut  Webster New Collogiate Dictionary  dijelaskan bahwa komunikasi adalah “suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”.  Berikut ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut : Hovland, Janis & Kelley Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak.Berelson & Steiner Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.
Harold Lasswell, Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”  “mengatakan “apa” “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat apa”  atau “hasil apa”. (who says what in which channel to whom and with what effect).
Barnlund, Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Weaver, Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
Gode, Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. 
Dari berbagai definisi tentang ilmu  komunikasi tersebut di atas, terlihat bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya dalamelihat komunikasi. Masing-masing memberikan penekanan arti, ruang lingkup, dan konteks yang berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner. Definisi Hovland Cs, memberikan penekanan bahwa tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku.Definisi Berelson dan Steiner, menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.Definisi Lasswell, secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :
-    siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber
-    mengatakan apa ( isi informasi yang disampaikan)
-    kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima)
-    melalui saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi)
-    dengan akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima)

Definisi Massa
Massa memiliki unsur-unsur penting, yaitu:
  1. Terdiri dari sekelompok masyarakat dalam jumlah yang sangat besar, yang menyebar dimana-mana dan satu dengan lainnya tidak saling mengenal atau pernah bertemu atau berhubungan secara personal.
  2. Jumlah massa yang besar menyebabkan massa tidak dapat dibedakan satu dengan lainnya. Misalnya penonton RCTI dengan Antv.  Karenanya konsep massa dari segmentasi sulit diprediksi dengan angka-angka pasti (akurat).
  3. Karena jumlah yang besar maka massa juga sukar diorganisir.  Jumlah massa yang besar itu cenderung bergerak sendiri-sendiri berdasarkan sel-sel massa yang dapat dikendalikan oleh orang-orang dalam sel itu.  Gerakan-gerakan massa akan semakin besar apabila sel-sel itu bertemu dan bergerak berdasarkan kondisi sesaat yang terjadi di lapangan.  Interaksi yang terjadi biasanya bersifat emosional.
  4. Massa merupakan refleksi dari kehidupan sosial secara luas. Setiap bentuk kehidupan sosial merefleksikan suatu kondisi masyarakat secara keseluruhan.

Definisi Komunikasi Massa
Menurut Joseph R. Dominick, Komunikasi Massa adalah suatu proses dimana suatu organisasi yang kompleks dengan bantuan satu atau lebih mesin memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar.
Menurut Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi Massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonym melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
Komunikasi massa yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal. Komunikasi Massa yang baik harus :
a)      Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele.
b)      Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami.
c)      Bentuk gambar yang baik.
d)     Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio).
            Komunikasi Massa menurut Elizabeth – Noelle Neuman, yang membedakannya dengan komunikasi interpersonal, yaitu pertama, bersifat tidak langsung, artinya harus melalui media teknis. Kedua, bersifat satu arah (one flow communication), artinya tidak ada interaksi antarpeserta komunikasi. Ketiga, bersifat terbuka, artinya ditujukan kepada publik yang tidak terbatas dan anonym. Keempat, memiliki unsur publik yang secara geografis tersebar (Rakhmat, 1999:189).
            Georg Gerbner, memberi pengertian komunikasi massa dengan sebuah definisi singkat yaitu sebagai produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang berkelanjutan serta paling luas dipunyai orang dalam masyarakat industri. (Rakhmat, 1999:188).
Karakteristik Komunikasi Massa menurut para pakar komunikasi :
1)      Komunikator Melembaga atau Komunikator Kolektif, karena media massa adalah lembaga sosial, bukan orang per orang.
2)      Pesan bersifat umum, universal, dan ditujukan kepada orang banyak.
3)      Menimbulkan keserempakan (simultaneous) dan keserentakan (instantaneous) penerimaan oleh massa.
4)      Komunikan bersifat anonym dan heterogen, tidak saling kenal dan terdiri dari pribadi-pribadi dengan berbagai karakter, beragam latar belakang sosial, budaya, agama, usia, dan pendidikan.
5)      Berlangsung satu arah (one way traffic communication).
6)      Umpan balik tertunda (delayed feedback) atau tidak langsung (indirect feedback); respon audience atau pembaca tidak langsung diketahui seperti pada komunikasi antarpribadi.

Definisi Media Massa atau Pers
UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers 
            Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.


2.2 Proses Komunikasi Massa
2.2.1 Pengertian Proses Komunikasi Massa
            Komponen pada proses komunikasi antarpersonal atau komunikasi kelompok mudah diketahui. Namun, apabila komunikasi tersebut dilakukan media massa maka komponen maupun prosesnya tidak akan sesederhana sebagaimana pada proses bentuk komunikasi yang lainnya. Komunikasi massa : proses komunikasi dengan menggunakan media massa;
a)      cetak, surat kabar, majalah, etc.
b)     non cetak, radio, tv, internet, film.
            Yang terpenting adalah bukan jenis media massanya tetapi yang diperlukan adalah pemahaman lebih luas dari konsep-konsep tersebut, apakah semua media beroperasi sama.
Harrold D. Lasswell mengemukakan suatu ungkapan yang sangat terkenal dalam teori dan penelitian komunikasi massa yaitu, who (siapa), says what (berkata apa), in which channel (melalui saluran apa), to whom (kepada siapa), dan with what effect (dengan efek apa).

2.2.2 Proses Komunikasi Massa
Tingkatan Proses Komunikasi
Menurut Denis McQuail, secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :
Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication Yakni proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf.Contoh : berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.
Komunikasi antar-pribadi Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui telepon, dsbnya.
Komunikasi dalam kelompok Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga, diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.
Komunikasi antar-kelompok/asosiasi Yakni kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya masing-masing.
Komunikasi Organisasi Komunikasi organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi. Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.
Komunikasi  dengan masyarakat secara luas Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar,  TV, dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di lapangan terbuka.
Proses Komunikasi Massa
Komunikasi massa dalam prosesnya melibatkan banyak orang yang bersifat kompleks dan rumit.  Menurut McQuail (1999),  proses komunikasi massa terlihat berproses dalam bentuk:
1.      Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses komunikasi massa melakukan distribusi informasi kemasyarakatan dalam skala yang besar, sekali siaran atau pemberitaan jumlahdan lingkupnya sangat luas dan besar.
2.      Proses komunikasi massa cenderung dilakukan melalui model satu arah yaitu dari komunikator kepada komunikan atau media kepada khalayak.  Interaksi yang terjadi sifatnya terbatas.
3.      Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris antara komunikator dengan komunikan.  Ini menyebabkan komunikasi antara mereka berlangsung datar dan bersifat sementara. Kalau terjadi sensasi emosional sifatnya sementara dan tidak permanen.
4.      Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal atau non pribadi dan anonim.
5.      Proses komunikasi massa juga berlangsung didasarkan pada hubungan kebutuhan-kebutuhan di masyarakat. Misalnya program akan ditentukan oleh apa yang dibutuhkan pemirsa.  Dengan demikian media massa juga ditentukan oleh rating yaitu ukuran di mana suatu program di jam yang sama di tonton oleh sejumlah khalayak massa.

2.2.3 Komponen Media Massa
            Hiebert, Unguraid, dan Bohn yang sering kita singkat menjadi HUB mengemukakan komponen-komponen komunikasi massa meliputi: communicators, codes, and contents, gate keepers, the media, regulators, filters, audiences, and feedback.
a.       Communicators
Proses komunikasi massa diawali oleh komunikator. Komunikator komunikasi massa pada media massa cetak adalah para pengisi rubric, reporte, redaktur, pemasang iklan, dan lain-lain. Sedangkan pada media elektronik komunikatornya adalah pengisi program, pemasok program (rumah produksi, penulis naskah, produser, aktor, presenter, dan lain-lain).
Sifat komunikator : (1) Costliness, (2) Complexity, (3) Competitiveness.
Syarat komunikator yang baik: Aristoteles menyebutkan karakter komunikator sebagai ethos. Ethos komunikator terdiri dari good will (maksud yang baik), good sense (pikiran yang baik), dan good moral character (karakter yang baik). Sementara itu, Hovland dan Weiss menyebut ethos sebagai credibility, yang terdiri dari dua unsur yakni expertise (keahlian) dan trustworthiness (dapat dipercaya).
b.      Codes and Content
Codes adalah sistem simbol yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi, misalnya : kata-kata lisan, tulisan, foto, musik, dan film (moving pictures). Content atau isi media merujuk pada makna dari sebuah pesan, bisa berupa informasi mengenai perang irak atau sebuah lelucon yang dilontarkan seorang komedian.
Dalam komunikasi massa, codes dan content berinteraksi sehingga codes yang berbeda dari jenis media yang berbeda, dapat memodifikasi persepsi khalayak atas pesan, walaupun contentnya sama.
c.       Gatekeeper
Istilah ini pertama kali digunakan oleh Kurt Lewin pada bukunya Human Relation. Istilah ini mengacu pada proses: (1) suatu pesan berjalan melalui berbagai pintu, (2) orang atau kelompok yang memungkinkan pesan lewat. Gatekeepers dapat berupa seseorang atau satu kelompok yang dilalui suatu pesan dalam perjalanannya dari sumber kepada penerima.
Fungsi utama gatekeeper adalah menyaring pesan yang diterima seseorang. Gatekeeper membatasi pesan yang diterima komunikan. Editor surat kabar, majalah, penerbitan juga dapat disebut gatekeepers. Seorang gatekeepers dapat memilih, mengubah, bahkan menolak pesan yang disampaikan kepada penerima.
d.      Regulator
Peran regulator hampir sama dengan gatekeeper, namun regulator bekerja di luar institusi media yang menghasilkan berita. Regulator bisa menghentikan aliran berita dan menghapus suatu informasi, tapi ia tidak dapat menambah atau memulai informasi, dan bentuknya lebih seperti sensor.
Di Amerika Serikat ada lima macam regulator pada proses komunikasi massa:
-          Pemerintah adalah regulator utama
-          Sumber informasi juga bisa mempengaruhi arus berita
-          Pengiklan
-          Organisasi profesi
-          Konsumen komunikasi
Sementara di Indonesia yang termasuk kategori regulator adalah pemerintah dengan perangkat undang-undangnya, khalayak penonton, pembaca, pendengar, asosiasi profesi, lembaga sensor film, dewan pers, dan KPI.
e.       Media
Media massa yang memiliki ciri khas, mempunyai kemampuan untuk memikat perhatian khalayak secara serempak (simultaneous) dan serentak (instantaneous).
Jenis-jenis media yang digolongkan dalam media massa adalah pers, radio, siaran, televisi, dan film.
f.       Audience
Marshall Mcluhan menjabarkan audience sebagai sentral komunikasi massa yang secara konstan di bombardier oleh media. Karakteristik audiens komunikasi massa, dalam proses komunikasi antarpersonal, penerima pesan adalah individu. Dalam komunikasi massa, penerimanya adalah pendengar (listeners), pembaca (readers), dan pemirsa (viewers)

2.2.4 Pengaruh dan Fungsi Komunikasi Massa
Pengaruh Komunikasi Massa
A.    Peranan media massa bagi masyarakat antara lain:
-          Sebagai sarana untuk mengidentifikasi diri nilai – nilai lain di dalam media.
-          Media dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman diri melalui orang lain.
-          Media terkait mempromosikan pendekatan – pendekatan alternatif terhadap kegiatan kemasyarakatan.
-          Sebagai suatu hiburan, artinya media massa dapat menampilkan berbagai hiburan yang bisa melepaskan rasa jenuh masyarakat.
B.     Media massa di dalam pendidikan:
-          Peran media massa di dunia pendidikan yng terpenting adalah dapat memperluas wawasan dan pengetahuan.
-          Sebagai penyedia informasi bagi pelajar.
-          Media massa dapat membantu pelajar dalam menyelesaikan tugas – tugasnya.
-          Dengan adanya media massa dapat mendorong pelajar untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan dan informasi.
-          Mempermudah dan mempercepat administrasi pendidikan.
C.     Media massa dalam bidang ekonomi:
Media massa menyampaikan berbagai informasi seputar perkembangan ekonomi saat ini.
-          Secara ekonomis, media massa adalah akses untuk mempermudah transaksi suatu barang atau proses jual beli antara penyedia barang dan pembeli dalam hal ini konsumen.
-          Mempercepat informasi mengenai perkembangan bursa efek maupun masalah perkembangan saham di pasar.
D.    Peran media massa terhadap psikologi, agama, & moral:
Dampak positif terhadap perkembangan psikologi, agama, & moral:
-          Media sebagai sarana penghubung dalam menyampaikan berbagai informasi dan pembahasan mengenai moral dan etika serta hal – hal yang bersifat reliji kepada orang lain atau masyarakat luas.
-          Media massa khususnya televisi dapat dijadikan alat untuk menampilkan nilai – nilai etika moralitas agama.
-          Media massa berpengaruh terhadap kondisi kejiwaan seseorang, hal ini berarti media dapat merubah kondisi psikologis seseorang untuk selalu konsisten melakukan hal – hal yang bernilai positif.
Dampak negatif media massa mengenai psikologi, agama, & moral:
-          Bagi remaja maupun anak – anak, pada dasarnya masih mempunyai jiwa yang labil, tidak mempunyai pendirian yang teguh dan biasanya susah dalam hal pengendalian diri sehingga pengaruh – pengaruh negatif seperti perilaku – perilaku menyimpang akibat dari pergeseran nilai mudah mempengaruhi jiwa remaja dan menimbulkan gejala baru berupa krisis ahlak.
E.     Media massa di dalam persaudaraan & persahabatan:
Media massa diartikan sebagai medium atau saluran yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam hal mempererat tali persaudaraan.
-          Mempermudah akses untuk berinteraksi dengan orang lain.
-          Sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepada teman lain, dll.
F.   Bagi orang tua: Peranan orang tua tidak terlepas dalam mengontrol sikap anak – anaknya sehingga tidak terjerumus untuk melakukan hal – hal yang negatif. Orang tua sangat berperan dalam mendukung dan mewaspadai segala hal yang bisa menjerumuskan masa depan anaknya.
Fungsi Komunikasi Massa
            Komunikasi massa adalah salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat.  Robert K.Merton mengemukakan bahwa fungsi aktivitas sosial memiliki dua aspek, yaitu fungsi nyata (manifest function) adalah fungsi nyata yang diinginkan, kedua fungsi tidak nyata atau tersembunyi (latent function), yaitu fungsi tidak diinginkan.  Sehingga pada dasarnya setiap fungsi sosial dalam masyarakat itu memiliki efek fungsional dan disfungsional.
            Selain manifest function dan latent function, setiap aktivitas sosial juga berfungsi melahirkan (beiring function) fungsi-fungsi sosial lain, bahwa manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat sempurna.  Sehingga setiap fungsi sosial yang dianggap membahayakan dirinya, maka ia akan mengubah fungsi-fungsi sosial yang ada.  Contohnya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah, disatu sisi adalah untuk membersihkan masyarakat dari praktik korupsi, namun di sisi lain tindakan pemberantasan korupsi yang tidak diikuti dengan perbaikan sistem justru akan menimbulkan ketakutan bagi aparatur pemerintah secara luas tentang masa depan mereka karena merasa tindakannya selalu diawasi, ditakuti dan ditindak.  Tak adanya perbaikan sistem yang baik dan ketakutan justru akan melahirkan (beiring) model-model korupsi baru yang lebih canggih.  Dengan demikian, aktivitas sosial lama itu ketika mendapat tekanan sosial, kemudian mengalami metamorfosa dan kemudian melahirkan aktivitas sosial.
            Begitu pula dengan fungsi komunikasi media massa, sebagai aktivitas sosial masyarakat, komunikasi media massa juga mengalami hal yang serupa.  Seperti pemberitaan bahaya Tsunami terhadap kehidupan masyarakat pantai.  Di satu sisi pemberitaan tersebut adalah informasi mengenai bagaimana masyarakat pantai dapat menghindari bahaya Tsunami ketika bencana itu datang, tapi pemberitaan itu juga sekaligus menciptakan ketakutan dan kecemasan yang amat sangat bagi masyarakat yang hidup di pesisir pantai.  Bahkan pemberitaan itu juga berdampak buruk bagi orang-orang pegunungan yang akan merencanakan pindah tempat tinggal ke daerah pesisir.
a) Fungsi pengawasan.
Media massa merupakan sebuah medium di mana dapat digunakan untuk pengawasan terhadap aktivitas masyarakat pada umumnya. Fungsi pengawasan ini bisa berupa peringatan dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif.  Pengawasan dan kontrol sosial dapat dilakukan untuk aktivitas preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.  Seperti, pemberitaan bahaya narkoba bagi kehidupan manusia yang dilakukan melalui media massa dan ditujukan kepada masyarakat, maka fungsinya untuk kegiatan preventif agar masyarakat tidak terjerumus dalam pengaruh narkoba.  Sedangkan fungsi persuasif sebagai upaya memberi reward dan punishment kepada masyarakat sesuai dengan apa yang dilakukannya.  Medai massa dapat memberi reward kepada masyarakat yang bermanfaat dan fungsional bagi anggota masyarakat lainnya,  namun sebagainya akan memberikan punishment apabila aktivitasnya tidak bermanfaat bahkan merugikan fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat.

b) Fungsi social learning.
Fungsi utama dari komunikasi massa melalui media massa adalah melakukan guiding dan pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat.  Media massa bertugas untuk memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat   di mana komunikasi massa itu berlangsung.  Komunikasi massa itu dimaksukan agar proses pencerahan itu berlangsung efektif dan efisien dan menyebar secara bersamaan di masyarakat secara luas.  Fungsi komunikasi massa ini merupakan sebuah andil yang dilakukan untuk menutupi kelemahan fungsi-fungsi paedogogi yang dilaksanakan melalui komunikasi tatap muka, di mana karena sifatnya, maka fungsi paedogogi hanya dapat berlangsung secara eksklusif antara individu tertentu saja.
c) Fungsi penyampaian informasi.
Komunikasi massa yang mengandalkan media massa, emiliki fungsi utama, yaitu menjadi proses penyampaian informai kepada masyarakat luas.  Komunikasi massa memungkinkan informasi dari institusi publik tersampaikan kepada masyarakat secara luas dalam waktu cepat sehingga fungsi informasi tercapai dalam waktu cepat dan singkat. 
d) Fungsi transformasi budaya.
Fungsi informatif adalah fungsi-fungsi yang bersifat statis, namun fungsi-fungsi lain yang lebih dinamis adalah fungsi transformasi budaya.  Komunikasi massa sebagaimana sifat-sifat budaya massa, maka yang terpentin adalah komunikasi massa menjadi proses transformasi budaya yang dilakukan bersama-sama oleh semua komponen komunikasi massa, terutama yang dilakukan oleh media massa.
Fungsi transformasi budaya ini menjadi sangat penting dan terkait dengan fungsi-fungsi lainnya terutama fungsi social learning, akan tetapi fungsi transformasi budaya lebih kepada tugasnya yang besar sebagai bagian dari bidaya global.  Sebagaimana diketahui bahwa perubahan-perubahan budaya yang disebabkan karena perkembangan telematika menjadi perhatian utama semua masyarakat di dunia, karena selain dapat dimanfaatkan untuk pendidikan juga dapat dipergunakan untuk fungsi-fungsi lainnya, seperti politik, perdagangan, agama, hukum, militer, dan sebagainya.  Jadi, tidak dapat dihindari bahwa komunikasi massa memainkan peran penting dalam proses ini di mana hampir semua perkembangan telematika mengikut-sertakan proses-proses komunikasi massa terutama dalam proses transformasi budaya.
e) Hiburan.
Fungsi lain dari komunikasi adalah hiburan, bahwa seirama dengan fungsi-fungsi lain, komunikasi massa juga digunakan sebagai medium hiburan, terutama karena komuniasi massa menggunakan media massa, adi fungsi-fungsi hiburan yang ada pada media massa juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi massa.
Transformasi budaya yang dilaksanakan oleh komunikasi massa mengikut-sertakan fungsi hiburan ini sebagai bagian penting dalam fungsi komunikasi massa.  Hiburan tidak terlepas dari fungsi media massa itu sendiri dan juga tidak terlepas dari tujuan transformasi budaya.  Dengan demikian, maka fungsi hiburan dari komunikasi massa saling mendukung fungsi-fungsi lainnya dalam proses komunikasi massa.


BAB III
PEMBAHASAN

3.1Sumber Data
Kami melakukan observasi pada salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Pendidikan Indonesia yaitu Unit Pers Mahasiswa dengan melakukan wawancara langsung mengenai komunikasi di dalam organisasi. Berikut ini adalah profil dari organisasi Unit Pers Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia.
Profil UPM UPI
Unit Pers Mahasiswa (UPM) lahir 21 Desember 1987 sebagai respon atas kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) pada masa orde baru yang  mengekang kebebasan berpendapat mahasiswa.
Awalnya tidak mutlak, hanya berbentuk studi lingkar. Komunitas ini berdiskusi, dari mulai masalah politik hingga masalah budaya. Istimewa, karena saat itu rezim orde baru melakukan tekanan atas ekspresi kebebasan berpikir, terutama di kampus-kampus. Saat itu pers mahasiswa dianggap membahayakan, sampai-sampai terbit peraturan yang mengharuskan lembaga mengganti kata “pers” dengan “penerbitan”. Kenapa ? karena kata “pers mahasiswa” telah terjadi idiom yang mengancam keberadaan orde baru yang totaliter. Maka Unit Pers Mahasiswa berubah nama menjadi Unit Penerbitan Mahasiswa.
Tapi perubahan nama tak lantas membuat semangat pers mahasiswa surut. Keberanian tak berhenti pada diskusi, tetapi membangun jejaring dengan lembaga pers mahasiswa lain. Juli 1991 UPM berhasil mengadakan kegiatan pers mahasiswa tingkat nasional, walaupun akhirnya kegiatan itu dibubarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Begitupun dengan aktivitas penerbitan. Aktivis UPM punya keyakinan bahwa ide saja tidak cukup. Maka pada tahun yang sama, dengan masalah finansial dan kekurangan lainnya terbitlah ISOLA POS untuk pertama kalinya.
Aktivias UPM terus berlanjut, terutama pada masa prareformasi, dimana UPM turut aktif dalam proses pembentukan opini di kampus UPI dan Bandung secara umum. Bersama Forum Pers Mahasiswa Bandung (FPMB), UPM menerbitkan buletin SANGKAKALA, untuk membakar “perasaan senasib” bahwa rezim orde baru dengan segala kekangannya memiliki sistem yang keropos karena korupsi.
Pasca 1998, UPM kembali menjadi Unit Pers Mahasiswa dan tergabung ke dalam Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI). UPM UPI berasaskan Pancasila. UPM UPI memiliki tujuan sebagai berikut :
(1)               Membina keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.
(2)               Membina insan akademik yang aktif, kreatif, inovatif, dinamik dan berdedikasi tinggi.
(3)               Membina insan akademik untuk memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial
(4)               Mendorong terwujudnya masyarakat ilmiah melalui kemampuan dan keterampilan pers dan jurnalistik.

Dengan semangat yang masih sama, dengan kaki-kaki bagi ide berbentuk media yang diterbitkannya, kami masih disini, Melawan Kebisuan!
Kegiatan :
-          Training Pers dan Jurnalistik Mahasiswa (TPJM)
-          Workshop Jurnalistik Mahasiswa
-          Diskusi rutin mingguan
-          Pelatihan tematis
-          -dll
Media         :
-          ISOLA POS
-          PENITI 229
-          isolapos.com
Struktur Pengurus UPM 2012-2013
Pemimpin Umum Isman R. Yusron Sekretaris Melly A. Puspita Bendahara Lia Anggraeni Bidang Organisasi Nisa Rizkiah Bidang Pendidikan Rifqi Nurul Aslami Bidang Inventaris Data, Penelitian, dan Pengembangan Siti Haryanti
Pemimpin Redaksi ISOLA POS                : Farid Maulana
Pemimpin Redaksi ISOLA POS Online    : Nisa Rizkiah
Pemimpin Redaksi Peniti 229                                : Farid Maulana
Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi email ke isolapos@gmail.com

3.2 Analisis Data
3.2.1 Narasumber Wawancara
Nama         : Isman Rahmadi Yoezron
Jabatan       : Ketua Umum Unit Pers Mahasiswa  UPI 2012-2013
Jurusan       : PPB
Semester     : 8
3.2.2 Hasil Wawancara
1.         Definisi Komunikasi menurut narasumber
2.         Apakah Unit Pers Mahasiswa termasuk dalam media komunikasi massa?
3.         Apa Visi dari UPM UPI?
4.         Komunikasi yang dilakukan UPM UPI dilakukan dengan media apa saja?
5.         Komunikasi dilakukan disampaikan melalui?
6.         Sasaran dari produk yang dihasilkan oleh UPM UPI?
7.         Pesan atau Informasi apa yang sering diangkat atau menjadi tema dari produk UPM?
8.         Bagaimana proses penyampaian informasi dari dimulai pencarian informasi sampai    dengan penyampaian pesan melalui media massa?
9.         Periode dari penerbitan produk UPM UPI
10.       Bagaimana penyebaran dari produk UPM UPI
11.       Akibat apa yang ingin ditimbulkan setelah melakukan komunikasi?
12.       Hasil apa yang terjadi pada penerima pesan?
13.       Apakah penyampaian pesan yang dilakukan bersifat satu arah?.
14.       Apa yang menjadi kendala dalam penerbitan?
15.       Apa saja peranan media massa
16.       Fungsi dari media massa
17.       Harapan yang ingin dicapai oleh UPM UPI
18.       Prestasi yang pernah diraih oleh UPM UPI

3.2.3        Analisis Hasil Wawancara
Kami melakukan wawancara dengan Ketua Umum dari Organisasi Unit Pers Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yaitu Isman Rahmadi Yusron dari Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan angkatan 2009, organisasi ini terdiri dari 9 orang anggota.
Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan dalam Organisasi UPM UPI, kami dapat mengetahui bahwa komunikasi yang terjadi dalam organisasi tersebut adalah Komunikasi Organisasi dan Komunikasi Massa. Komunikasi Organisasi terjadi antara masing-masing anggota organisasi tersebut sedangkan Komunikasi Massa terjadi melalui produk yang dihasilkan oleh organisasi tersebut yaitu berupa Majalah ISOLA POS, Buletin, dan Website. Tulisan, gambar, grafis, karikatur dan foto merupakan bentuk komunikasi yang dihasilkan.
Menurut Sumber, Komunikasi Media Massa dapat menyampaikan pesan yang didalamnya ada sebuah motif, idiologi, cita-cita, serta nilai sehingga dengan tersampaikannya sebuah pesan bisa menciptakan sebuah perubahan. Menurutnya, Unit Pers Mahasiswa termasuk dalam Komunikasi Media Massa karena melalui Isola Pos yang diterbitkan oleh Unit Pers Mahasiswa ada pesan berupa informasi yang ingin disampaikan kepada para pembaca.
Visi dari Unit Pers Mahasiswa ini yaitu untuk menciptakan sebuah perubahan dalam berbagai hal terutama dalam iklim berorganisasi.
Sasaran dari produk yang dihasilkan oleh UPM UPI yaitu  Civitas Akademik UPI yaitu seperti mahasiswa UPI, pegawai UPI, bagian rektorat. Maka, tema-tema yang sering diangkat seputar lingkungan kampus, peristiwa dan isu-isu yang terjadi pada civitas akademik UPI, isu-isu pendidikan dan politik yang terjadi dalam ruang lingkup kampus.
Menurut narasumber, proses penyampaian informasi dari dimulai pencarian informasi sampai dengan penyampaian pesan melalui media massa. Berikut ini adalah gambaran umum dari proses yang dilakukan oleh UPM UPI: mendiskusikan isu-isu yang sedang terjadi dilingkungan kampus maupun isu-isu yang menjadi sorotan banyak pihak, melakukan rapat redaksi untuk menentukan informasi yang kayak dijadikan berita atau tidak, dipilih tema besar atau tema yang akan diangkat, mencari informasi-informasi salah satunya melalui wawancara, dan pesan yang didapat diolah menjadi sebuah tulisan yang siap diterbitkan.
Untuk majalah Isola Pos, terbit setiap 3 bulan namun kadang tidak selalu tepat waktu, dikarenakan beberapa kendala. Setiap satu kali diterbitkan, Isola Pos menerbitkan 1500 eksemplar. Untuk buletin, diterbitkan sebelum majalah Isola Pos terbit, sebagai percobaan sebelum Isola Pos terbit. Untuk website sendiri ditargetkan posting minimal 3 sampai 4 kali dalam seminggu, namun biasanya lebih dari itu. Untuk majalah Isola Pos, penyebarannya dilakukan dengan bekerja sama dengan fotocopyan yang ada dilingkungan kampus UPI, distribusi kepada fakultas, jurusan, maupun melalui HIMA dan juga KOPMA UPI. Kendala utama penerbitan majalah Isola Pos ialah masalah biaya, selebihnya adalah kesibukan dari anggota UPM yang beragam.
Akibat yang ingin ditimbulkan setelah melakukan komunikasi di dalam organisasi ini, sesuai dengan visi dari UPM UPI yaitu ingin menciptakan perubahan yang lebih baik melalui tulisan yang diterbitkan, setiap isu atau tema yang diangkat dalam media yang diterbitkan bukan untuk membuat perpecahan seperti tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, namun untuk menciptakan pemahaman tentang sesuatu yang perlu diubah agar tercipta perubahan yang lebih baik lagi dalam segala aspek.
Pesan yang disampaikan dalam Isola Pos ini dapat membangun dan menambah pemahaman penerima pesan, karena pesan yang disampaikan informatif dan edukatif. Penyampaian pesan yang dilakukan secara garis besar memang dilakukan dengan satu arah, namun pembaca atau penerima pesan dapat melakukan atau menyampaikan pesan melalui surat pembaca, opini, dan mengirimkan karya berupa puisi atau cerpen.
Peranan media massa meliputi sarana penghubung dalam menyampaikan berbagai informasi dan pembahasan mengenai isu-isu yang sedang terjadi, sebagai media promosi, yaitu dengan adanya rubric iklan, melalui iklan pula majalah mendapatkan dana  untuk biaya produkasidan hiburan, yaitu dengan adanya rubrik-rubrik yang dapat menghibur pembaca seperti sketsa, pojok isola, resensi, dan zoom
Fungsi dari media massa ialah informatif, yaitu menambah informasi serta wawasan pembacanya, edukatif yaitu informasi yang membentuk pendidikan, teredukasi dengan pemeberitaan yang dapat memunculkan pemahaman tentang sesuatu yang perlu diubah atau diapresiasikan, memunculkan kesadaran diri, pemahaman, serta sifat kritis yang membuat kita lebih tanggap terhadap sekitardan rekreasi, yaitu dengan adanya hiburan-hiburan yang ditampilkan berupa karya sastra dll.
Harapan yang ingin dicapai oleh UPM UPI yaitu dengan eksistensi organsiasi ini agar menimbulkan atau menciptakan efek mahasiswa yang menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan, lebih demokratis, serta semakin cerdas menyikapi, menghadapi permasalahan yang ada.
Prestasi yang pernah diraih oleh UPM UPI yaitu untuk menerbitkan Isola Pos adalah sebuah prestasi bagi organisasi ini, selain itu organisasi ini pernah meraih penghargaan dari rektor UPI, media cetak kampus terbaik versi majalah data, dan masih banyak lainnya
Menurut sumber komunikasi massa yang dilakukan oleh UPM cukup baik dilihat dari banyaknya yang mengunjungi website isola.pos. berikut ini lampiran data grafik pengunjung web Isola Pos dari setiap bulan dan tahunnya.


BAB IV
KESIMPULAN

            Komunikasi massa yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal. Komunikasi Massa yang baik harus :
e)      Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele.
f)       Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami.
g)      Bentuk gambar yang baik.
h)      Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio).
Peran media massa di dalam pendidikan:
-          Peran media massa di dunia pendidikan yng terpenting adalah dapat memperluas wawasan dan pengetahuan.
-          Sebagai penyedia informasi bagi pelajar.
-          Media massa dapat membantu pelajar dalam menyelesaikan tugas – tugasnya.
-          Dengan adanya media massa dapat mendorong pelajar untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan dan informasi.
-          Mempermudah dan mempercepat administrasi pendidikan.
Media massa merupakan sarana informasi bagi tiap orang, agar mempermudah komunikasi dan informasi yang  akan disampaikan baik itu melalui media cetak maupun elektronik dengan kelebihan dan kekurangan tiap media. Media massa membantu masuknya informasi kepada masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun perkembangan budaya.



DAFTAR PUSTAKA
Morissan. 2010. Teori Komunikasi Massa. Bogor : Ghalia Indonesia
__.(2010). Komunikasi Massa. [online]. Tersedia:
__. (2011). Makalah Komunikasi Massa. [online]. Tersedia :
__. (2012). Media Massa dalam Komunikasi Massa. [online]. Tersedia :