BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Komunikasi
Massa adalah penyebaran pesan dengan menggunakan media yang ditujukan kepada
massa yang abstrak, heterogen, anonym yaitu sejumlah orang yang tidak tampak
oleh sang komunikator, berbeda beda latar belakangnya, dan banyak. Pembaca
surat kabar, penonton televisi dan film, pendengar radio, tidak tampak oleh si
penyampai pesan. Dengan demikian, maka jelas bahwa komunikasi massa atau
komunikasi melalui media massa bersifat satu arah. Begitu pesan disampaikan
oleh komunikator, tidak diketahui apakah pesan itu diterima, dimengerti, atau
dilakukan oleh khalayak dan efek yang di terima tertunda bahkan tidak ada feedback sama sekali.
Perkembangan
teknologi komunikasi massa tidak dapat dipungkiri telah banyak membantu umat
manusia untuk mengatasi berbagai hambatan dalam berkomunikasi. Komunikasi massa
adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada
khalayak banyak (publik).
Dalam
perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam pengertian
sempit dan pers dalam pengertian luas. Pers dalam arti luas adalah meliputi
segala penerbitan, termasuk media massa elektronika, radio siaran dan televisi
siaran, sedangkan pers dalam arti sempit hanya terbatas pada media massa cetak,
yakni surat kabar, majalah dan bulletin kantor berita (Onong 2002:145).
Di
Indonesia, kedudukan pers diatur dalam Undang-Undang Pers No.40 tahun 1999.
Dalam pasal 1 UU tersebut, pers didefinisikan sebagai lembaga sosial dan wahana
komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari,
memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik
dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik
maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik,
dan segala jenis saluran yang tersedia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Komunikasi Massa?
2. Bagaimana proses Komunikasi Massa?
3. Bagaimana pengaruh dan fungsi Komunikasi Massa
di masyarakat?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui definisi Komunikasi Massa
2. Mengetahui proses Komunikasi Massa
3. Mengetahui pengaruh dan fungsi Komunikasi
Massa di masyarakat
BAB
II
KAJIAN TEORI
2.1 Definisi Komunikasi Massa
Definisi
Komunikasi
Kata atau istilah “komunikasi”
(Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus” yang
berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”. Dengan
demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu
upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Menurut Webster
New Collogiate Dictionary dijelaskan bahwa komunikasi
adalah “suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui
sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”. Berikut
ini adalah bebarapa definsi tentang ilmu komunikasi yang dikemukakan oleh para
ahli sebagai berikut : Hovland, Janis & Kelley Komunikasi
adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus
(biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk
perilaku orang-orang lainnya (khalayak.Berelson & Steiner Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan
lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar,
angka-angka, dan lain-lain.
Harold Lasswell, Komunikasi pada
dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa” “mengatakan
“apa” “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat
apa” atau “hasil apa”. (who says what in which channel to whom
and with what effect).
Barnlund, Komunikasi timbul
didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian,
bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Weaver, Komunikasi
adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi
pikiran orang lainnya.
Gode, Komunikasi
adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh
seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Dari
berbagai definisi tentang ilmu komunikasi tersebut di atas, terlihat
bahwa para ahli memberikan definisinya sesuai dengan sudut pandangnya
dalamelihat komunikasi. Masing-masing memberikan penekanan arti, ruang lingkup,
dan konteks yang berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai
bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat
multi-disipliner. Definisi Hovland Cs, memberikan penekanan bahwa tujuan
komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku.Definisi Berelson dan Steiner,
menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian
informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.Definisi Lasswell, secara
eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :
lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu :
- siapa
(pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif atau sumber
- mengatakan
apa ( isi informasi yang disampaikan)
-
kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran penerima)
- melalui
saluran apa (alat/saluran penyampaian informasi)
- dengan
akibat/hasil apa (hasil yang terjadi –pada diri penerima)
Definisi Massa
Massa
memiliki unsur-unsur penting, yaitu:
- Terdiri dari sekelompok masyarakat dalam jumlah yang sangat besar, yang menyebar dimana-mana dan satu dengan lainnya tidak saling mengenal atau pernah bertemu atau berhubungan secara personal.
- Jumlah massa yang besar menyebabkan massa tidak dapat dibedakan satu dengan lainnya. Misalnya penonton RCTI dengan Antv. Karenanya konsep massa dari segmentasi sulit diprediksi dengan angka-angka pasti (akurat).
- Karena jumlah yang besar maka massa juga sukar diorganisir. Jumlah massa yang besar itu cenderung bergerak sendiri-sendiri berdasarkan sel-sel massa yang dapat dikendalikan oleh orang-orang dalam sel itu. Gerakan-gerakan massa akan semakin besar apabila sel-sel itu bertemu dan bergerak berdasarkan kondisi sesaat yang terjadi di lapangan. Interaksi yang terjadi biasanya bersifat emosional.
- Massa merupakan refleksi dari kehidupan sosial secara luas. Setiap bentuk kehidupan sosial merefleksikan suatu kondisi masyarakat secara keseluruhan.
Definisi
Komunikasi Massa
Menurut
Joseph R. Dominick, Komunikasi Massa
adalah suatu proses dimana suatu organisasi yang kompleks dengan bantuan satu
atau lebih mesin memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar,
heterogen, dan tersebar.
Menurut
Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi Massa
adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar,
heterogen dan anonym melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang
sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
Komunikasi
massa yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang
besar, umumnya tidak dikenal. Komunikasi Massa yang baik harus :
a) Pesan
disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele.
b) Bahasa
yang mudah dimengerti/dipahami.
c) Bentuk
gambar yang baik.
d) Membentuk
kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio).
Komunikasi Massa menurut Elizabeth – Noelle Neuman, yang
membedakannya dengan komunikasi interpersonal, yaitu pertama, bersifat tidak
langsung, artinya harus melalui media teknis. Kedua, bersifat satu arah (one
flow communication), artinya tidak ada interaksi antarpeserta komunikasi.
Ketiga, bersifat terbuka, artinya ditujukan kepada publik yang tidak terbatas
dan anonym. Keempat, memiliki unsur publik yang secara geografis tersebar
(Rakhmat, 1999:189).
Georg
Gerbner, memberi pengertian komunikasi massa dengan sebuah definisi singkat
yaitu sebagai produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga
dari arus pesan yang berkelanjutan serta paling luas dipunyai orang dalam
masyarakat industri. (Rakhmat, 1999:188).
Karakteristik
Komunikasi Massa menurut para pakar komunikasi :
1) Komunikator
Melembaga atau Komunikator Kolektif, karena media massa adalah lembaga sosial,
bukan orang per orang.
2) Pesan
bersifat umum, universal, dan ditujukan kepada orang banyak.
3) Menimbulkan
keserempakan (simultaneous) dan
keserentakan (instantaneous)
penerimaan oleh massa.
4) Komunikan
bersifat anonym dan heterogen, tidak saling kenal dan terdiri dari
pribadi-pribadi dengan berbagai karakter, beragam latar belakang sosial,
budaya, agama, usia, dan pendidikan.
5) Berlangsung
satu arah (one way traffic communication).
6) Umpan
balik tertunda (delayed feedback)
atau tidak langsung (indirect feedback);
respon audience atau pembaca tidak langsung diketahui seperti pada komunikasi
antarpribadi.
Definisi Media Massa atau Pers
UU
No. 40 tahun 1999 tentang Pers
Pers
adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan
jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah,
dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan
gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan
media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
2.2 Proses Komunikasi Massa
2.2.1 Pengertian Proses
Komunikasi Massa
Komponen pada proses komunikasi antarpersonal atau
komunikasi kelompok mudah diketahui. Namun, apabila komunikasi tersebut
dilakukan media massa maka komponen maupun prosesnya tidak akan sesederhana
sebagaimana pada proses bentuk komunikasi yang lainnya. Komunikasi massa :
proses komunikasi dengan menggunakan media massa;
a) cetak, surat
kabar, majalah, etc.
b) non cetak,
radio, tv, internet, film.
Yang terpenting adalah bukan jenis
media massanya tetapi yang diperlukan adalah pemahaman lebih luas dari
konsep-konsep tersebut, apakah semua media beroperasi sama.
Harrold D. Lasswell mengemukakan suatu ungkapan yang sangat terkenal
dalam teori dan penelitian komunikasi massa yaitu, who (siapa), says what
(berkata apa), in which channel (melalui saluran apa), to whom (kepada siapa),
dan with what effect (dengan efek apa).
2.2.2 Proses Komunikasi Massa
Tingkatan Proses
Komunikasi
Menurut
Denis McQuail, secara umum
kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan
sebagai berikut :
Komunikasi
intra-pribadi (intrapersonal communication Yakni
proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan
informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf.Contoh : berpikir, merenung,
menggambar, menulis sesuatu, dll.
Komunikasi
antar-pribadi Yakni
kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan
orang lainnya.Misalnya percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui
telepon, dsbnya.
Komunikasi
dalam kelompok Yakni
kegiatan komunikasi yang berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan
ini, setiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan
peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang disampaikan
juga menyangkut kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat
pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara ayah, ibu, dan anak dalam keluarga,
diskusi guru dan murid di kelas tentang topik bahasan, dsbnya.
Komunikasi
antar-kelompok/asosiasi Yakni kegiatan
komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya.
Jumlah pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi
masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari kelompok/asosiasinya
masing-masing.
Komunikasi
Organisasi Komunikasi
organisasi mencakup kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi
antar organisasi. Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat
organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip
efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.
Komunikasi dengan
masyarakat secara luas Pada
tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk
kegiatan komunikasinya dapat dilakukan melalui dua cara :Komunikasi massa Yaitu
komunikasi melalui media massa seperti radio, surat kabar, TV,
dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media massa Misalnya ceramah, atau pidato di
lapangan terbuka.
Proses Komunikasi Massa
Komunikasi massa dalam prosesnya
melibatkan banyak orang yang bersifat kompleks dan rumit. Menurut McQuail (1999), proses komunikasi massa
terlihat berproses dalam bentuk:
1.
Melakukan
distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses komunikasi
massa melakukan distribusi informasi kemasyarakatan dalam skala yang besar,
sekali siaran atau pemberitaan jumlahdan lingkupnya sangat luas dan besar.
2.
Proses
komunikasi massa cenderung dilakukan melalui model satu arah yaitu dari
komunikator kepada komunikan atau media kepada khalayak. Interaksi yang
terjadi sifatnya terbatas.
3.
Proses komunikasi massa berlangsung
secara asimetris antara komunikator dengan komunikan. Ini menyebabkan
komunikasi antara mereka berlangsung datar dan bersifat sementara. Kalau
terjadi sensasi emosional sifatnya sementara dan tidak permanen.
4.
Proses komunikasi massa juga berlangsung
impersonal atau non pribadi dan anonim.
5.
Proses
komunikasi massa juga berlangsung didasarkan pada hubungan kebutuhan-kebutuhan
di masyarakat. Misalnya program akan ditentukan oleh apa yang dibutuhkan
pemirsa. Dengan demikian media massa juga ditentukan oleh rating yaitu
ukuran di mana suatu program di jam yang sama di tonton oleh sejumlah khalayak
massa.
2.2.3 Komponen Media Massa
Hiebert,
Unguraid, dan Bohn yang sering kita singkat menjadi HUB mengemukakan
komponen-komponen komunikasi massa meliputi: communicators, codes, and
contents, gate keepers, the media, regulators, filters, audiences, and
feedback.
a.
Communicators
Proses komunikasi massa diawali oleh komunikator. Komunikator komunikasi
massa pada media massa cetak adalah para pengisi rubric, reporte, redaktur,
pemasang iklan, dan lain-lain. Sedangkan pada media elektronik komunikatornya
adalah pengisi program, pemasok program (rumah produksi, penulis naskah,
produser, aktor, presenter, dan lain-lain).
Sifat komunikator : (1) Costliness, (2) Complexity, (3) Competitiveness.
Syarat komunikator yang baik: Aristoteles
menyebutkan karakter komunikator sebagai ethos. Ethos komunikator terdiri dari
good will (maksud yang baik), good sense (pikiran yang baik), dan good moral
character (karakter yang baik). Sementara itu, Hovland dan Weiss menyebut ethos
sebagai credibility, yang terdiri dari dua unsur yakni expertise (keahlian) dan
trustworthiness (dapat dipercaya).
b. Codes and
Content
Codes adalah sistem simbol yang digunakan untuk
menyampaikan pesan komunikasi, misalnya : kata-kata lisan, tulisan, foto,
musik, dan film (moving pictures). Content atau isi media merujuk pada makna
dari sebuah pesan, bisa berupa informasi mengenai perang irak atau sebuah
lelucon yang dilontarkan seorang komedian.
Dalam komunikasi massa, codes dan content berinteraksi
sehingga codes yang berbeda dari jenis media yang berbeda, dapat memodifikasi
persepsi khalayak atas pesan, walaupun contentnya sama.
c. Gatekeeper
Istilah ini pertama kali digunakan oleh Kurt Lewin
pada bukunya Human Relation. Istilah ini mengacu pada proses: (1) suatu pesan
berjalan melalui berbagai pintu, (2) orang atau kelompok yang memungkinkan
pesan lewat. Gatekeepers dapat berupa seseorang atau satu kelompok yang dilalui
suatu pesan dalam perjalanannya dari sumber kepada penerima.
Fungsi utama gatekeeper adalah menyaring pesan yang
diterima seseorang. Gatekeeper membatasi pesan yang diterima komunikan. Editor
surat kabar, majalah, penerbitan juga dapat disebut gatekeepers. Seorang gatekeepers
dapat memilih, mengubah, bahkan menolak pesan yang disampaikan kepada penerima.
d.
Regulator
Peran regulator hampir sama dengan gatekeeper, namun
regulator bekerja di luar institusi media yang menghasilkan berita. Regulator
bisa menghentikan aliran berita dan menghapus suatu informasi, tapi ia tidak
dapat menambah atau memulai informasi, dan bentuknya lebih seperti sensor.
Di Amerika Serikat ada lima macam regulator pada
proses komunikasi massa:
-
Pemerintah adalah regulator utama
-
Sumber informasi juga bisa mempengaruhi arus berita
-
Pengiklan
-
Organisasi profesi
-
Konsumen komunikasi
Sementara di Indonesia yang termasuk kategori
regulator adalah pemerintah dengan perangkat undang-undangnya, khalayak
penonton, pembaca, pendengar, asosiasi profesi, lembaga sensor film, dewan
pers, dan KPI.
e. Media
Media massa yang memiliki ciri khas, mempunyai
kemampuan untuk memikat perhatian khalayak secara serempak (simultaneous) dan
serentak (instantaneous).
Jenis-jenis media yang digolongkan dalam media massa
adalah pers, radio, siaran, televisi, dan film.
f. Audience
Marshall Mcluhan menjabarkan audience sebagai sentral komunikasi massa
yang secara konstan di bombardier oleh media. Karakteristik audiens komunikasi
massa, dalam proses komunikasi antarpersonal, penerima pesan adalah individu.
Dalam komunikasi massa, penerimanya adalah pendengar (listeners), pembaca
(readers), dan pemirsa (viewers)
2.2.4 Pengaruh dan Fungsi Komunikasi
Massa
Pengaruh Komunikasi Massa
A.
Peranan media massa bagi masyarakat antara lain:
-
Sebagai sarana
untuk mengidentifikasi diri nilai – nilai lain di dalam media.
-
Media dapat
digunakan untuk meningkatkan pemahaman diri melalui orang lain.
-
Media terkait
mempromosikan pendekatan – pendekatan alternatif terhadap kegiatan kemasyarakatan.
-
Sebagai suatu
hiburan, artinya media massa dapat menampilkan berbagai hiburan yang bisa
melepaskan rasa jenuh masyarakat.
B.
Media massa di dalam pendidikan:
-
Peran media
massa di dunia pendidikan yng terpenting adalah dapat memperluas wawasan dan
pengetahuan.
-
Sebagai penyedia
informasi bagi pelajar.
-
Media massa
dapat membantu pelajar dalam menyelesaikan tugas – tugasnya.
-
Dengan adanya
media massa dapat mendorong pelajar untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan
dan informasi.
-
Mempermudah dan
mempercepat administrasi pendidikan.
C.
Media massa dalam bidang ekonomi:
Media massa menyampaikan berbagai informasi seputar
perkembangan ekonomi saat ini.
-
Secara ekonomis,
media massa adalah akses untuk mempermudah transaksi suatu barang atau proses
jual beli antara penyedia barang dan pembeli dalam hal ini konsumen.
-
Mempercepat
informasi mengenai perkembangan bursa efek maupun masalah perkembangan saham di
pasar.
D.
Peran media massa terhadap psikologi, agama, & moral:
Dampak positif terhadap perkembangan psikologi, agama,
& moral:
-
Media sebagai
sarana penghubung dalam menyampaikan berbagai informasi dan pembahasan mengenai
moral dan etika serta hal – hal yang bersifat reliji kepada orang lain atau
masyarakat luas.
-
Media massa
khususnya televisi dapat dijadikan alat untuk menampilkan nilai – nilai etika
moralitas agama.
-
Media massa
berpengaruh terhadap kondisi kejiwaan seseorang, hal ini berarti media dapat
merubah kondisi psikologis seseorang untuk selalu konsisten melakukan hal – hal
yang bernilai positif.
Dampak negatif media massa mengenai psikologi,
agama, & moral:
-
Bagi remaja
maupun anak – anak, pada dasarnya masih mempunyai jiwa yang labil, tidak
mempunyai pendirian yang teguh dan biasanya susah dalam hal pengendalian diri
sehingga pengaruh – pengaruh negatif seperti perilaku – perilaku menyimpang
akibat dari pergeseran nilai mudah mempengaruhi jiwa remaja dan menimbulkan
gejala baru berupa krisis ahlak.
E.
Media massa di dalam persaudaraan & persahabatan:
Media massa diartikan
sebagai medium atau saluran yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang
lain dalam hal mempererat tali persaudaraan.
-
Mempermudah
akses untuk berinteraksi dengan orang lain.
-
Sebagai sarana
untuk menyampaikan pesan kepada teman lain, dll.
F. Bagi orang tua: Peranan orang tua tidak terlepas dalam mengontrol
sikap anak – anaknya sehingga
tidak terjerumus untuk melakukan hal – hal yang negatif. Orang tua sangat
berperan dalam mendukung dan mewaspadai segala hal yang bisa menjerumuskan masa
depan anaknya.
Fungsi Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah
salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat. Robert K.Merton
mengemukakan bahwa fungsi aktivitas sosial memiliki dua aspek, yaitu fungsi
nyata (manifest function) adalah fungsi nyata yang diinginkan, kedua fungsi
tidak nyata atau tersembunyi (latent function), yaitu fungsi tidak
diinginkan. Sehingga pada dasarnya setiap fungsi sosial dalam masyarakat
itu memiliki efek fungsional dan disfungsional.
Selain manifest function dan latent
function, setiap aktivitas sosial juga berfungsi melahirkan (beiring function)
fungsi-fungsi sosial lain, bahwa manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang
sangat sempurna. Sehingga setiap fungsi sosial yang dianggap membahayakan
dirinya, maka ia akan mengubah fungsi-fungsi sosial yang ada. Contohnya
pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah, disatu sisi adalah untuk
membersihkan masyarakat dari praktik korupsi, namun di sisi lain tindakan
pemberantasan korupsi yang tidak diikuti dengan perbaikan sistem justru akan
menimbulkan ketakutan bagi aparatur pemerintah secara luas tentang masa depan
mereka karena merasa tindakannya selalu diawasi, ditakuti dan ditindak.
Tak adanya perbaikan sistem yang baik dan ketakutan justru akan melahirkan
(beiring) model-model korupsi baru yang lebih canggih. Dengan demikian,
aktivitas sosial lama itu ketika mendapat tekanan sosial, kemudian mengalami
metamorfosa dan kemudian melahirkan aktivitas sosial.
Begitu pula dengan fungsi komunikasi
media massa, sebagai aktivitas sosial masyarakat, komunikasi media massa juga mengalami
hal yang serupa. Seperti pemberitaan bahaya Tsunami terhadap kehidupan
masyarakat pantai. Di satu sisi pemberitaan tersebut adalah informasi
mengenai bagaimana masyarakat pantai dapat menghindari bahaya Tsunami ketika
bencana itu datang, tapi pemberitaan itu juga sekaligus menciptakan ketakutan
dan kecemasan yang amat sangat bagi masyarakat yang hidup di pesisir
pantai. Bahkan pemberitaan itu juga berdampak buruk bagi orang-orang
pegunungan yang akan merencanakan pindah tempat tinggal ke daerah pesisir.
a)
Fungsi pengawasan.
Media
massa merupakan sebuah medium di mana dapat digunakan untuk pengawasan terhadap
aktivitas masyarakat pada umumnya. Fungsi pengawasan ini bisa berupa peringatan
dan kontrol sosial maupun kegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol
sosial dapat dilakukan untuk aktivitas preventif untuk mencegah terjadinya
hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti, pemberitaan bahaya narkoba bagi
kehidupan manusia yang dilakukan melalui media massa dan ditujukan kepada
masyarakat, maka fungsinya untuk kegiatan preventif agar masyarakat tidak
terjerumus dalam pengaruh narkoba. Sedangkan fungsi persuasif sebagai
upaya memberi reward dan punishment kepada masyarakat sesuai dengan apa yang
dilakukannya. Medai massa dapat memberi reward kepada masyarakat yang
bermanfaat dan fungsional bagi anggota masyarakat lainnya, namun
sebagainya akan memberikan punishment apabila aktivitasnya tidak bermanfaat
bahkan merugikan fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat.
b) Fungsi social learning.
Fungsi
utama dari komunikasi massa melalui media massa adalah melakukan guiding dan
pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat. Media massa bertugas untuk
memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat di mana
komunikasi massa itu berlangsung. Komunikasi massa itu dimaksukan agar
proses pencerahan itu berlangsung efektif dan efisien dan menyebar secara
bersamaan di masyarakat secara luas. Fungsi komunikasi massa ini
merupakan sebuah andil yang dilakukan untuk menutupi kelemahan fungsi-fungsi
paedogogi yang dilaksanakan melalui komunikasi tatap muka, di mana karena
sifatnya, maka fungsi paedogogi hanya dapat berlangsung secara eksklusif antara
individu tertentu saja.
c)
Fungsi penyampaian informasi.
Komunikasi
massa yang mengandalkan media massa, emiliki fungsi utama, yaitu menjadi proses
penyampaian informai kepada masyarakat luas. Komunikasi massa
memungkinkan informasi dari institusi publik tersampaikan kepada masyarakat
secara luas dalam waktu cepat sehingga fungsi informasi tercapai dalam waktu
cepat dan singkat.
d)
Fungsi transformasi budaya.
Fungsi
informatif adalah fungsi-fungsi yang bersifat statis, namun fungsi-fungsi lain
yang lebih dinamis adalah fungsi transformasi budaya. Komunikasi massa
sebagaimana sifat-sifat budaya massa, maka yang terpentin adalah komunikasi
massa menjadi proses transformasi budaya yang dilakukan bersama-sama oleh semua
komponen komunikasi massa, terutama yang dilakukan oleh media massa.
Fungsi
transformasi budaya ini menjadi sangat penting dan terkait dengan fungsi-fungsi
lainnya terutama fungsi social learning, akan tetapi fungsi transformasi budaya
lebih kepada tugasnya yang besar sebagai bagian dari bidaya global.
Sebagaimana diketahui bahwa perubahan-perubahan budaya yang disebabkan karena
perkembangan telematika menjadi perhatian utama semua masyarakat di dunia,
karena selain dapat dimanfaatkan untuk pendidikan juga dapat dipergunakan untuk
fungsi-fungsi lainnya, seperti politik, perdagangan, agama, hukum, militer, dan
sebagainya. Jadi, tidak dapat dihindari bahwa komunikasi massa memainkan
peran penting dalam proses ini di mana hampir semua perkembangan telematika
mengikut-sertakan proses-proses komunikasi massa terutama dalam proses
transformasi budaya.
e)
Hiburan.
Fungsi
lain dari komunikasi adalah hiburan, bahwa seirama dengan fungsi-fungsi lain,
komunikasi massa juga digunakan sebagai medium hiburan, terutama karena
komuniasi massa menggunakan media massa, adi fungsi-fungsi hiburan yang ada
pada media massa juga merupakan bagian dari fungsi komunikasi massa.
Transformasi
budaya yang dilaksanakan oleh komunikasi massa mengikut-sertakan fungsi hiburan
ini sebagai bagian penting dalam fungsi komunikasi massa. Hiburan tidak
terlepas dari fungsi media massa itu sendiri dan juga tidak terlepas dari
tujuan transformasi budaya. Dengan demikian, maka fungsi hiburan dari
komunikasi massa saling mendukung fungsi-fungsi lainnya dalam proses komunikasi
massa.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1Sumber Data
Kami melakukan observasi pada salah satu Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Pendidikan Indonesia yaitu Unit Pers
Mahasiswa dengan melakukan wawancara langsung mengenai komunikasi di dalam
organisasi. Berikut ini adalah profil dari organisasi Unit Pers Mahasiswa
Universitas Pendidikan Indonesia.
Profil UPM UPI
Unit Pers Mahasiswa (UPM) lahir 21 Desember 1987
sebagai respon atas kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi
Kemahasiswaan (NKK/BKK) pada masa orde baru yang mengekang kebebasan berpendapat mahasiswa.
Awalnya tidak mutlak, hanya berbentuk studi lingkar.
Komunitas ini berdiskusi, dari mulai masalah politik hingga masalah budaya.
Istimewa, karena saat itu rezim orde baru melakukan tekanan atas ekspresi
kebebasan berpikir, terutama di kampus-kampus. Saat itu pers mahasiswa dianggap
membahayakan, sampai-sampai terbit peraturan yang mengharuskan lembaga
mengganti kata “pers” dengan “penerbitan”. Kenapa ? karena kata “pers
mahasiswa” telah terjadi idiom yang mengancam keberadaan orde baru yang
totaliter. Maka Unit Pers Mahasiswa berubah nama menjadi Unit Penerbitan
Mahasiswa.
Tapi perubahan nama tak lantas membuat semangat pers
mahasiswa surut. Keberanian tak berhenti pada diskusi, tetapi membangun
jejaring dengan lembaga pers mahasiswa lain. Juli 1991 UPM berhasil mengadakan
kegiatan pers mahasiswa tingkat nasional, walaupun akhirnya kegiatan itu
dibubarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Begitupun dengan aktivitas penerbitan. Aktivis UPM
punya keyakinan bahwa ide saja tidak cukup. Maka pada tahun yang sama, dengan
masalah finansial dan kekurangan lainnya terbitlah ISOLA POS untuk pertama
kalinya.
Aktivias UPM terus berlanjut, terutama pada masa
prareformasi, dimana UPM turut aktif dalam proses pembentukan opini di kampus
UPI dan Bandung secara umum. Bersama Forum Pers Mahasiswa Bandung (FPMB), UPM
menerbitkan buletin SANGKAKALA, untuk membakar “perasaan senasib” bahwa rezim
orde baru dengan segala kekangannya memiliki sistem yang keropos karena
korupsi.
Pasca 1998, UPM kembali menjadi Unit Pers Mahasiswa
dan tergabung ke dalam Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI). UPM UPI
berasaskan Pancasila. UPM UPI memiliki tujuan sebagai berikut :
(1)
Membina
keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.
(2)
Membina
insan akademik yang aktif, kreatif, inovatif, dinamik dan berdedikasi tinggi.
(3)
Membina
insan akademik untuk memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial
(4)
Mendorong
terwujudnya masyarakat ilmiah melalui kemampuan dan keterampilan pers dan
jurnalistik.
Dengan semangat yang masih sama, dengan kaki-kaki
bagi ide berbentuk media yang diterbitkannya, kami masih disini, Melawan
Kebisuan!
Kegiatan :
-
Training
Pers dan Jurnalistik Mahasiswa (TPJM)
-
Workshop
Jurnalistik Mahasiswa
-
Diskusi
rutin mingguan
-
Pelatihan
tematis
-
-dll
Media :
-
ISOLA
POS
-
PENITI
229
-
isolapos.com
Struktur
Pengurus UPM 2012-2013
Pemimpin Umum Isman
R. Yusron Sekretaris Melly A.
Puspita Bendahara Lia Anggraeni Bidang Organisasi Nisa Rizkiah Bidang Pendidikan Rifqi Nurul Aslami Bidang Inventaris Data, Penelitian, dan
Pengembangan Siti Haryanti
Pemimpin Redaksi ISOLA POS : Farid Maulana
Pemimpin Redaksi ISOLA POS Online : Nisa Rizkiah
Pemimpin Redaksi Peniti 229
: Farid Maulana
Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi email ke isolapos@gmail.com
3.2 Analisis Data
3.2.1 Narasumber
Wawancara
Nama : Isman Rahmadi Yoezron
Jabatan : Ketua Umum Unit Pers Mahasiswa UPI 2012-2013
Jurusan : PPB
Semester : 8
3.2.2 Hasil Wawancara
1. Definisi Komunikasi menurut narasumber
2. Apakah Unit Pers Mahasiswa termasuk
dalam media komunikasi massa?
3. Apa Visi dari UPM UPI?
4. Komunikasi yang dilakukan UPM UPI
dilakukan dengan media apa saja?
5. Komunikasi dilakukan disampaikan
melalui?
6. Sasaran dari produk yang dihasilkan
oleh UPM UPI?
7. Pesan atau Informasi apa yang sering
diangkat atau menjadi tema dari produk UPM?
8. Bagaimana proses penyampaian informasi
dari dimulai pencarian informasi sampai dengan penyampaian pesan melalui media
massa?
9. Periode dari penerbitan produk UPM UPI
10. Bagaimana penyebaran dari produk UPM UPI
11. Akibat apa yang ingin ditimbulkan setelah
melakukan komunikasi?
12. Hasil apa yang terjadi pada penerima
pesan?
13. Apakah penyampaian pesan yang dilakukan
bersifat satu arah?.
14. Apa yang menjadi kendala dalam
penerbitan?
15. Apa saja peranan media massa
16. Fungsi dari media massa
17. Harapan yang ingin dicapai oleh UPM UPI
18. Prestasi yang pernah diraih oleh UPM UPI
3.2.3
Analisis
Hasil Wawancara
Kami melakukan wawancara dengan Ketua Umum dari
Organisasi Unit Pers Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yaitu Isman
Rahmadi Yusron dari Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan angkatan 2009,
organisasi ini terdiri dari 9 orang anggota.
Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan dalam
Organisasi UPM UPI, kami dapat mengetahui bahwa komunikasi yang terjadi dalam
organisasi tersebut adalah Komunikasi Organisasi dan Komunikasi Massa.
Komunikasi Organisasi terjadi antara masing-masing anggota organisasi tersebut
sedangkan Komunikasi Massa terjadi melalui produk yang dihasilkan oleh
organisasi tersebut yaitu berupa Majalah ISOLA POS, Buletin, dan Website.
Tulisan, gambar, grafis, karikatur dan foto merupakan bentuk komunikasi yang
dihasilkan.
Menurut Sumber, Komunikasi Media Massa dapat menyampaikan
pesan yang didalamnya ada sebuah motif, idiologi, cita-cita, serta nilai
sehingga dengan tersampaikannya sebuah pesan bisa menciptakan sebuah perubahan.
Menurutnya, Unit Pers Mahasiswa termasuk dalam Komunikasi Media Massa karena
melalui Isola Pos yang diterbitkan oleh Unit Pers Mahasiswa ada pesan berupa
informasi yang ingin disampaikan kepada para pembaca.
Visi dari Unit Pers Mahasiswa ini yaitu untuk menciptakan
sebuah perubahan dalam berbagai hal terutama dalam iklim berorganisasi.
Sasaran dari produk yang dihasilkan oleh UPM UPI
yaitu Civitas Akademik UPI yaitu seperti
mahasiswa UPI, pegawai UPI, bagian rektorat. Maka, tema-tema yang sering
diangkat seputar lingkungan kampus, peristiwa dan isu-isu yang terjadi pada
civitas akademik UPI, isu-isu pendidikan dan politik yang terjadi dalam ruang
lingkup kampus.
Menurut narasumber, proses penyampaian informasi
dari dimulai pencarian informasi sampai dengan penyampaian pesan melalui media
massa. Berikut ini adalah gambaran umum dari proses yang dilakukan oleh UPM UPI:
mendiskusikan isu-isu yang sedang terjadi dilingkungan kampus maupun isu-isu
yang menjadi sorotan banyak pihak, melakukan rapat redaksi untuk menentukan
informasi yang kayak dijadikan berita atau tidak, dipilih tema besar atau tema
yang akan diangkat, mencari informasi-informasi salah satunya melalui wawancara,
dan pesan yang didapat diolah menjadi sebuah tulisan yang siap diterbitkan.
Untuk majalah Isola Pos, terbit setiap 3 bulan namun
kadang tidak selalu tepat waktu, dikarenakan beberapa kendala. Setiap satu kali
diterbitkan, Isola Pos menerbitkan 1500 eksemplar. Untuk buletin, diterbitkan
sebelum majalah Isola Pos terbit, sebagai percobaan sebelum Isola Pos terbit.
Untuk website sendiri ditargetkan posting minimal 3 sampai 4 kali dalam
seminggu, namun biasanya lebih dari itu. Untuk majalah Isola Pos, penyebarannya
dilakukan dengan bekerja sama dengan fotocopyan yang ada dilingkungan kampus
UPI, distribusi kepada fakultas, jurusan, maupun melalui HIMA dan juga KOPMA
UPI. Kendala utama penerbitan majalah Isola Pos ialah masalah biaya, selebihnya
adalah kesibukan dari anggota UPM yang beragam.
Akibat yang ingin ditimbulkan setelah melakukan
komunikasi di dalam organisasi ini, sesuai dengan visi dari UPM UPI yaitu ingin
menciptakan perubahan yang lebih baik melalui tulisan yang diterbitkan, setiap
isu atau tema yang diangkat dalam media yang diterbitkan bukan untuk membuat
perpecahan seperti tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, namun untuk
menciptakan pemahaman tentang sesuatu yang perlu diubah agar tercipta perubahan
yang lebih baik lagi dalam segala aspek.
Pesan yang disampaikan dalam Isola Pos ini dapat membangun
dan menambah pemahaman penerima pesan, karena pesan yang disampaikan informatif
dan edukatif. Penyampaian pesan yang dilakukan secara garis besar memang
dilakukan dengan satu arah, namun pembaca atau penerima pesan dapat melakukan
atau menyampaikan pesan melalui surat pembaca, opini, dan mengirimkan karya
berupa puisi atau cerpen.
Peranan media massa meliputi sarana penghubung dalam
menyampaikan berbagai informasi dan pembahasan mengenai isu-isu yang sedang
terjadi, sebagai media promosi, yaitu dengan adanya rubric iklan, melalui iklan
pula majalah mendapatkan dana untuk
biaya produkasidan hiburan, yaitu dengan adanya rubrik-rubrik yang dapat
menghibur pembaca seperti sketsa, pojok isola, resensi, dan zoom
Fungsi dari media massa ialah informatif, yaitu
menambah informasi serta wawasan pembacanya, edukatif yaitu informasi yang
membentuk pendidikan, teredukasi dengan pemeberitaan yang dapat memunculkan
pemahaman tentang sesuatu yang perlu diubah atau diapresiasikan, memunculkan
kesadaran diri, pemahaman, serta sifat kritis yang membuat kita lebih tanggap
terhadap sekitardan rekreasi, yaitu dengan adanya hiburan-hiburan yang
ditampilkan berupa karya sastra dll.
Harapan yang ingin dicapai oleh UPM UPI yaitu dengan
eksistensi organsiasi ini agar menimbulkan atau menciptakan efek mahasiswa yang
menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan, lebih demokratis, serta semakin
cerdas menyikapi, menghadapi permasalahan yang ada.
Prestasi yang pernah diraih oleh UPM UPI yaitu untuk
menerbitkan Isola Pos adalah sebuah prestasi bagi organisasi ini, selain itu
organisasi ini pernah meraih penghargaan dari rektor UPI, media cetak kampus
terbaik versi majalah data, dan masih banyak lainnya
Menurut sumber komunikasi massa yang dilakukan oleh
UPM cukup baik dilihat dari banyaknya yang mengunjungi website isola.pos.
berikut ini lampiran data grafik pengunjung web Isola Pos dari setiap bulan dan
tahunnya.
BAB IV
KESIMPULAN
Komunikasi massa yaitu komunikasi dengan sasarannya
kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal. Komunikasi Massa
yang baik harus :
e) Pesan
disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele.
f) Bahasa
yang mudah dimengerti/dipahami.
g) Bentuk
gambar yang baik.
h) Membentuk
kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio).
Peran
media massa di dalam pendidikan:
-
Peran media
massa di dunia pendidikan yng terpenting adalah dapat memperluas wawasan dan
pengetahuan.
-
Sebagai penyedia
informasi bagi pelajar.
-
Media massa
dapat membantu pelajar dalam menyelesaikan tugas – tugasnya.
-
Dengan adanya
media massa dapat mendorong pelajar untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan
dan informasi.
-
Mempermudah dan
mempercepat administrasi pendidikan.
Media massa merupakan sarana informasi bagi tiap
orang, agar mempermudah komunikasi dan informasi yang akan disampaikan baik itu melalui media cetak
maupun elektronik dengan kelebihan dan kekurangan tiap media. Media massa
membantu masuknya informasi kepada masyarakat, baik dalam bidang pendidikan,
ekonomi, maupun perkembangan budaya.
DAFTAR
PUSTAKA
Morissan. 2010.
Teori Komunikasi Massa. Bogor : Ghalia Indonesia
__.(2010). Komunikasi Massa.
[online]. Tersedia:
__. (2011). Makalah Komunikasi
Massa. [online]. Tersedia :
__. (2012). Media Massa dalam
Komunikasi Massa. [online]. Tersedia :